Berita Sleman
Dana Padukuhan Sleman Dipangkas 50 Persen, Dari Rp50 Juta Jadi Rp25 Juta
Dana Padukuhan hingga 50 persen, dari janji awal Rp50 juta menjadi hanya Rp25 juta per padukuhan
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Iwan Al Khasni
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kabupaten Sleman memangkas dana padukuhan dari Rp50 juta menjadi Rp25 juta per tahun mulai 2026.
- DPRD menekankan perlunya mekanisme pelaporan yang jelas agar anggaran Rp60 miliar tidak disalahgunakan.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN – Harapan pemerintah padukuhan di Kabupaten Sleman untuk mengelola anggaran pembangunan sebesar Rp50 juta per tahun harus pupus sementara.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berencana memangkas anggaran Dana Padukuhan hingga 50 persen, dari janji awal Rp50 juta menjadi hanya Rp25 juta per padukuhan untuk pencairan tahun depan.
Ketua Paguyuban Dukuh "Cokro Pamungkas" Kabupaten Sleman, Sukiman Hadi Wijoyo, mengatakan rencana pemangkasan dana ini membuat manajemen program pembangunan di tingkat padukuhan harus dihitung ulang.
Dampak ke Program Pembangunan
Sukiman mengaku prihatin karena program bantuan dana dari Bupati yang semula dijanjikan Rp50 juta sudah diumumkan di berbagai pertemuan paguyuban dukuh.
Ia mencontohkan, program pengaspalan jalan sepanjang 150–200 meter membutuhkan anggaran lebih dari Rp50 juta.
Dengan dana yang tinggal separuh, program pengaspalan akan sulit dilaksanakan.
Menurutnya, anggaran Rp25 juta paling efektif digunakan untuk program cor-blok atau talud, bukan pengaspalan.
• Dana Padukuhan di Sleman Cair Tahun Depan, Dewan Minta Ada Sistem Pelaporan yang Jelas
Penjelasan Bupati Sleman
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengungkapkan bahwa dana padukuhan hampir dipastikan akan disalurkan pada 2026.
Namun, nominalnya dikurangi menjadi Rp25 juta per padukuhan karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah.
Ia menekankan bahwa penggunaan dana harus selaras dengan keberlanjutan program kegiatan di padukuhan agar tidak terbuang percuma.
“Saya ingin nanti nyambung dengan program-program yang lain. Dana Rp25 juta itu harus dimanfaatkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Mekanisme Pelaporan
Ketua DPRD Sleman, Y. Gustan Ganda, mengingatkan agar penyaluran dana tidak dilakukan serampangan.
| Ekosistem Kendaraan Listrik di Yogyakarta Kian Matang, Sleman Jadi Pasar Potensial |
|
|---|
| Efisiensi Anggaran Paskibraka Sleman: Rp1,8 Miliar Dipangkas Jadi Rp682 Juta |
|
|---|
| Produksi Benih Ikan Sleman Tembus 1,52 Miliar Ekor: Nila dan Lele Mendominasi |
|
|---|
| Revitalisasi Tiga Pasar Tua di Sleman: Alasan Wisata dan Exit Tol Jogja |
|
|---|
| Pesan Terakhir Pelawak Kondang Yogyakarta Bambang Rabies Sebelum Tutup Usia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Dana-Padukuhan-Rp-50-Juta-di-Sleman-Kena-Pangkas-hingga-Lima-Puluh-Perse.jpg)