Pojok Parlemen

Penurunan Angka Stunting Menjadi Perhatian Khusus DPRD DIY

Di tengah pemangkasan anggaran, Komisi A DPRD DIY mengingatkan agar Pemda DIY fokus kepada program-program kerakyatan.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: ribut raharjo
Istimewa
Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di tengah pemangkasan anggaran, Komisi A DPRD DIY mengingatkan agar Pemda DIY fokus kepada program-program kerakyatan.

Satu di antaranya adalah pengentasan stunting.

“Salah satu yang kita putuskan bersama dengan beberapa OPD Pemda DIY, itu adalah memastikan anggaran untuk mendukung penyelesaian masalah stunting di DIY, khususnya di Kota Jogja,” kata Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto.

Program penurunan stunting mendapat perhatian khusus oleh para legislatif khususnya di Komisi A DPRD DIY.

Politisi muda PDI Perjuangan ini menyampaikan data dari Pemkot Yogyakarta menunjukkan prevalensi stunting turun dari 14 persen menjadi 9 persen dalam setahun terakhir.

Kendati demikian, DPRD DIY menargetkan penurunan lebih lanjut hingga 5–6 persen pada tahun depan, dengan visi jangka panjang zero stunting di DIY.

Upaya percepatan penanganan masalah stunting dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini terus diperkuat melalui sosialisasi regulasi peraturan daerah dan penguatan gotong royong di dan partisipasi masyarakat juga swasta.

Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan dapil Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menegaskan komitmen legislatif dalam mendukung langkah Pemda DIY dalam upaya pemajuan pembangunan dan Pemberdayaan masyarakat. 

Mulai tahun 2025, pihaknya sudah memperjuangkan anggaran penyelesaian stunting senilai Rp4,5 miliar, yang mana setiap kelurahan mendapatkan alokasi dana sebesar Rp100 juta secara spesifik ditujukan untuk percepatan penanganan masalah stunting. 

"Kita harapkan anggaran tersebut tepat sasaran utamanya bagi balita, ibu hamil dan calon penganten yang memerlukan bantuan dan pendampingan akibat kurang berat badan dan berbagai aspek lainnya. Kita juga matur nuwun kepada Wali kota dan terkhusus PKK, TPK, Posyandu dan Kader kesehatan yang tanpa kenal lelah memberikan edukasi dan membagikan PMT, makanan tambahan ini," kata Eko Suwanto.

Eko Suwanto menyatakan alokasi dana Rp100 juta di 45 kalurahan di kota Yogyakarta yang telah disepakati fokus utamanya guna membantu anak-anak yang memiliki berat badan kurang serta ibu hamil yang kurang sehat.

"Jumlah balita dan ibu hamil yang menerima bantuan tahun ini sekitar 2.250 orang. Harapan saya dengan bantuan ini dapat membantu masyarakat sekaligus menggugah semangat untuk bergotong royong atasi masalah stunting ini," ujar Eko Suwanto. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved