Pemkab Sleman Siap Bantu Majukan Kampung Blankon Dusun Beji
Pemerintah siap membantu demi kemajuan industri rumahan blankon di Dusun Beji, Sidoarum, Godean, yang sudah ada sejak puluhan tahun itu.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Mendengar permasalahan yang dihadapi para perajin blankon di Dusun Beji, Sidoarum, Godean, Sleman, Pemkab menyatakan siap membantu memajukan industri rumahan tersebut.
- Demi kemajuan sentra blangkon itu, Disperindag Sleman akan membantu mewujudkan galeri bersama untuk media promosi. Namun, masih ada kendala soal tanah lokasi.
- Soal kebutuhan hak paten blangkon, Disperindah menggarisbawahi bahwa yang dibutuhkan perajin blankon sebenarnya hak merk kolektif dan pemerintah siap membantu.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menampung kendala dan permasalahan yang dihadapi para perajin blankon di Dusun Beji, Sidoarum, Godean.
Pemerintah siap membantu demi kemajuan industri rumahan yang sudah ada sejak puluhan tahun itu.
Kepala Bidang Perindustrian Disperindag, Dwi Wulandari mengatakan, beberapa waktu lalu bersama Dekranasda Sleman pihaknya telah mendatangi sentra blankon di Dusun Beji, untuk mendengarkan permasalahan yang dihadapi.
Satu di antaranya adalah galeri bersama untuk media promosi. Harapan para perajin itu sudah ditampung namun untuk mewujudkannya saat ini masih terkendala.
"Kendalanya di tanah. Kalau kami usulkan lewat APBN dari kementerian Perindustrian, tanahnya (untuk galeri) harus tanah sertifikat Pemda. Kalau pakai APBD adanya tanah kas desa. Kalau pakai TKD kebetulan lokasinya belum ada yang strategis, jadi perlu pemikiran lagi, apalagi tahun depan anggaran kena efisiensi," kata Wulan, Sabtu (29/11/2025).
Komunikasi ke kementerian
Kendati demikian, Ia memastikan bahwa pemikiran para perajin soal kebutuhan galeri sudah ditampung.
Pihaknya mengaku sedang mencoba berkomunikasi dengan Kementerian Perindustrian terkait realisasi galeri.
Disinggung soal perkiraan kebutuhan anggaran, menurut Wulan, sangat tergantung dengan design yang hendak dibangun.
"Jika bagus mungkin lebih dari Rp 1 miliar," kata dia.
Adapun terkait keinginan perajin agar mendapatkan hak paten, menurut Wulan pemerintah Kabupaten Sleman siap membantu.
Ia mengaku akan berkomunikasi dengan Bappeda, maupun Kementerian Hukum. Namun ia menggarisbawahi bahwa bagi perajin blankon bukan hak paten melainkan hak merk kolektif.
"InsyaAllah kalau itu, kami bisa dan siap membantu," kata dia.(*)
| SMA GDA Sembelih 8 Sapi dan 4 Kambing, Momentum Spiritual Sekaligus Kepedulian Sosial |
|
|---|
| Permintaan Tinggi, Penjual Arang di Sleman Tambah Stok hingga 15 Bagor |
|
|---|
| Penjual Bumbu Giling dan Kelapa Parut di Sleman Diserbu Emak-emak |
|
|---|
| Ribuan Warga Sleman Salat Iduladha 1447 H di Lapangan Denggung |
|
|---|
| Buat Warga Muslim dan Non-Muslim, Daging Sapi Jumbo Kurban Presiden Prabowo di Sleman Dibagi Rata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jaga-Warisan-Leluhur-Kampung-Blangkon-Beji-Sleman-Butuh-Hak-Paten-hingga-Galeri-Buat-Media-Promosi.jpg)