Penjual Bumbu Giling dan Kelapa Parut di Sleman Diserbu Emak-emak

Pemilik usaha bumbu giling, Naldi mengatakan permintaan bumbu giling pada Iduladha cenderung lebih tinggi dari hari-hari biasa.

Tayang:
Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
KELAPA: Penjual bumbu giling dan kelapa parut di Cebongan, Sleman diserbu emak-emak saat Iduladha, Rabu (27/5/2026). 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Penjual bumbu giling dan kelapa parut wilayah Cebongan, Sleman diserbu pembeli saat Iduladha. Stok bumbu giling dan kelapa pun ditambah.

Pemilik usaha bumbu giling, Naldi mengatakan permintaan bumbu giling pada Iduladha cenderung lebih tinggi dari hari-hari biasa. Sejak pagi, warungnya sudah diserbu pembeli.

Aneka bumbu giling

Di warung tersebut, ia menyediakan aneka bumbu yang sudah digiling, seperti bawang, cabai, kemiri, laos dan lengkuas. Bumbu yang sudah digiling tersebut nantinya akan dicampur sesuai permintaan konsumen.

"Kalau Lebaran Haji seperti ini yang paling banyak dicari bumbu rendang, tongseng, sama gulai. Jadi bumbu yang sudah digiling ini disesuaikan saja," katanya, Rabu (27/5/2026).

Untuk satu paket bumbu, ia mematok harga Rp 5 ribu. Sesuai takarannya, bumbu tersebut bisa digunakan untuk memasak 1/2 kilogram daging. Sehingga konsumen bisa menyesuaikan jumlah bumbu yang dibutuhkan dengan daging yang akan dimasak.

"Kalau pakai bumbu giling seperti ini kan praktis. Konsumen tinggal menumis aja, tambah daun-daunan (salam, jeruk) bumbu lain yang dibutuhkan," sambungnya.

Kelapa parut

Tidak hanya bumbu giling, permintaan kelapa parut dan satan di warungnya juga meningkat. Hal itu karena hampir setiap masakan daging membutuhkan santan, seperti untuk olahan rendang dan gulai.

Untuk kelapa parut, ia mematok harga sebesar Rp 10 ribu, sementara santan dipatok Rp 13 ribu.

Dengan permintaan yang tinggi, ia pun menambah bumbu giling hingga lima kali lipat. Tak hanya bumbu giling, ia juga menambah stok kelapa. Jika biasanya ia menyetok 200 butir kelapa, ia menambah stok hingga 500 butir kelapa.

"Sebelum Lebaran Haji biasanya memang sudah ramai, nanti sampai dua hari (H+2) juga biasanya masih ramai (pembeli)," imbuhnya. (maw)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved