Dari Lapangan Bola ke Panggung Musik, Remaja Sleman Zio Sandi Rilis Single ‘Turah Wani’

Karya perdana ini menjadi langkah awal Zio Sandi di panggung musik Jawa. Lagu ‘Turah Wani’ ciptaan Tomo Widayat mengangkat kisah asmara

Tayang:
Penulis: Santo Ari | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
Penampilan Zio Sandi 

Ringkasan Berita:
  • Remaja berusia lima belas tahun bernama Zio Sandi resmi memperkenalkan diri sebagai solois melalui debut single berjudul ‘Turah Wani’ pada akhir tahun 2025.
  • Sebelum tampil sebagai penyanyi, Zio lebih dulu dikenal sebagai atlet sepak bola. Ia tergabung dalam tim junior PSS Sleman

 

TRIBUNJOGJA.COM - Industri musik Jawa kembali kedatangan wajah baru yang mencoba menawarkan warna segar di tengah derasnya rilisan pop modern. Dari Sleman, Yogyakarta, seorang remaja berusia lima belas tahun bernama Zio Sandi resmi memperkenalkan diri sebagai solois melalui debut single berjudul ‘Turah Wani’ pada akhir tahun 2025.

Karya perdana ini menjadi langkah awal Zio Sandi di panggung musik Jawa. Lagu ‘Turah Wani’ ciptaan Tomo Widayat mengangkat kisah asmara remaja yang polos tetapi penuh tekad memperjuangkan cinta.

Pesan utamanya adalah keberanian untuk bersikap jujur dan menyampaikan keseriusan kepada orang tua pasangan.

“Lirik lagu ‘Turah Wani’ itu kan tentang kita memberanikan diri buat bilang ke orang tua si cewek, bahwa ini lho, aku sebagai cowok itu serius dan berkomitmen,” kata Zio Sandi. 

Ia menjelaskan bahwa laki laki harus bertanggung jawab dan meminta izin terlebih dahulu ketika mencintai seseorang. 

“Jangan main belakang atau sembunyi sembunyi, itu tidak baik,” ujarnya.

Generasi tiktok

Zio Sandi menyampaikan bahwa ia menghadirkan karakter vokal yang fresh dengan gaya musik groove modern yang dekat dengan generasi TikTok. Ia berharap lagunya bisa menjadi anthem remaja Jawa masa kini yang sedang memperjuangkan cintanya. 

“Aku ingin lagu ini relevan sama anak anak seusiaku. Cinta remaja itu lucu, lugu, tapi kalau sudah serius ya benar benar tidak main main,” ungkap Zio Sandi.

Sebelum tampil sebagai penyanyi, Zio lebih dulu dikenal sebagai atlet sepak bola. Ia mengenal sepak bola sejak usia satu tahun karena sering ikut ayahnya berlatih di lapangan.

Ia mendaftarkan diri ke sekolah sepak bola sejak usia enam tahun dan sampai sekarang masih tergabung dalam tim junior PSS Sleman. Ia mengatakan bahwa ia masih punya ambisi menjadi pemain profesional suatu hari nanti.

Tumbuh dari keluarga

Minatnya pada musik juga tumbuh dari keluarga. Ayahnya, Sandi Abdurakhman, vokalis band pop rock nasional Newdays era 2000an menjadi sosok yang banyak memperkenalkan musik kepadanya. 

Sandi menuturkan bahwa ia tidak banyak terlibat langsung dalam proses kreatif putranya. Ia lebih memilih mendukung dari sisi doa dan keyakinan bahwa bakat itu adalah anugerah. Ia menjelaskan bahwa langkah Zio di dunia musik baginya merupakan bentuk rasa syukur dan cara memanfaatkan talenta yang sudah diberikan Tuhan.

Zio melanjutkan, ketertarikannya pertama bukan pada vokal, melainkan pada instrumen drum. Ia mengikuti les drum sejak usia empat tahun, namun kemudian jadwal les berbenturan dengan latihan sepak bola sehingga ia memilih fokus pada sepak bola.

Bakat bernyanyinya muncul secara tidak sengaja ketika ia sering bernyanyi di rumah. Orang tuanya melihat perkembangan musikalitasnya yang terus tumbuh. Awal mula rekaman dilakukan di rumah sebagai tugas sekolah ketika ia kelas empat SD, dan dari situ ia mengaku ketagihan membuat cover lagu pop dangdut Jawa. Ia mengatakan bahwa ia banyak belajar dari sosok Denny Caknan mengenai teknik bernyanyi, artikulasi, cengkok, dan dinamika.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved