Bajaj-Maxride dan DPRD Kota Yogyakarta Berdialog soal Polemik, Legalitas, serta Dampak bagi UMKM

Di tengah polemik pelarangan operasional di Yogyakarta, manajemen Bajaj RE Indonesia dan Maxride Indonesia membuka ruang dialog

Tayang: | Diperbarui:
Tribunjogja.com/IST
JALUR DIALOG - Manajemen Bajaj RE Indonesia dan Maxride Indonesia bertemu dengan DPRD Kota Yogyakarta untuk membahas kontribusi sosial–ekonomi Bajaj serta memastikan operasional yang legal, aman, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat. 

 

Ringkasan Berita:
  • Di tengah polemik pelarangan operasional Bajaj di Yogyakarta, manajemen Bajaj RE Indonesia dan Maxride Indonesia memilih membuka ruang dialog langsung dengan DPRD Kota Yogyakarta, Kamis (27/11).
  • Mereka ingin menjelaskan kontribusi sosial–ekonomi moda transportasi roda tiga itu sekaligus meredakan persepsi negatif yang telanjur berkembang di publik.
  • Pertemuan digelar dengan kehadiran Ketua DPRD Kota Yogyakarta FX Wisnu Sabdono Putro dan Anggota DPRD Kota Yogyakarta dari Fraksi PAN, Muhamad Sofyan

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Di tengah polemik pelarangan operasional Bajaj di Yogyakarta, manajemen Bajaj RE Indonesia dan Maxride Indonesia memilih membuka ruang dialog langsung dengan DPRD Kota Yogyakarta, Kamis (27/11/2025).

Mereka ingin menjelaskan kontribusi sosial ekonomi moda transportasi roda tiga itu sekaligus meredakan persepsi negatif yang telanjur berkembang di publik.

Pertemuan digelar dengan kehadiran Ketua DPRD Kota Yogyakarta FX Wisnu Sabdono Putro dan Anggota DPRD Kota Yogyakarta dari Fraksi PAN, Muhamad Sofyan, yang juga dikenal sebagai penggiat UMKM

Keduanya mendengarkan langsung paparan mengenai potensi manfaat sosial dan kontribusi ekonomi Bajaj bagi masyarakat Yogyakarta.

Dalam sesi diskusi, Muhamad Sofyan menekankan bahwa keberadaan Bajaj berpotensi menguatkan mobilitas pelaku usaha kecil di kota yang kesehariannya ditopang sektor kreatif dan UMKM. Ia menyampaikan pandangannya secara gamblang.

“Bajaj memiliki potensi besar dalam mendukung pemberdayaan UMKM di Yogyakarta. Kehadiran Bajaj sebagai moda transportasi yang efisien, ekonomis, dan mudah diakses dapat membuka peluang mobilitas bagi pelaku usaha kecil serta membantu meningkatkan pergerakan ekonomi lokal. Menurut saya, karakter kota Yogyakarta yang lekat dengan sektor kreatif dan UMKM menjadikan Bajaj sebagai kendaraan yang relevan dan tepat guna bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Dukungan serupa disampaikan oleh jajaran Maxride.

Antonio Gratiano, General Manager PT Max Auto Indonesia selaku ATPM resmi Bajaj RE, memaparkan komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem ekonomi lokal melalui kolaborasi dengan pelaku usaha kreatif di Yogyakarta.

“Bajaj RE aktif berkolaborasi dengan berbagai brand lokal seperti Dagadu, Arfa Barbershop, Sender Coffee, dan SUNA (Susu Sarjana). Kolaborasi ini merupakan bentuk nyata dukungan Bajaj terhadap keberlanjutan UMKM serta upaya memperkuat keterlibatan transportasi lokal dalam rantai ekonomi kreatif Jogja,” tutur Antonio.

Dari sisi regulasi, City Manager Maxride Kota Yogyakarta, Budhie Trisaputra, menegaskan legalitas penuh seluruh unit Bajaj yang beroperasi.

“Seluruh unit Bajaj Maxride beroperasi secara legal di Yogyakarta. Setiap kendaraan telah mengantongi Sertifikasi Registrasi Uji Tipe (SRUT) dan Sertifikat Uji Tipe Kendaraan Bermotor yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan. Sementara itu, aplikasi Maxride telah memperoleh Surat Izin PSE (Penyelenggara Sistem Elektronik) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Seluruh unit yang digunakan adalah kendaraan pribadi berpelat hitam resmi lengkap dengan STNK dan TNKB yang diterbitkan Kepolisian Republik Indonesia,” katanya.

Mendengar paparan tersebut, Ketua DPRD Kota Yogyakarta FX Wisnu Sabdono Putro memberikan tanggapan yang pada intinya mendukung keberadaan Bajaj Maxride asalkan operasinya tetap menjaga harmoni dunia transportasi lokal.

“Saya mendukung keberadaan Bajaj Maxride selama operasionalnya tetap mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan pengguna, dan ketertiban bersama—baik dengan sesama komunitas driver online maupun konvensional. Sinergi antara pelaku industri transportasi dan pemangku kepentingan itu penting demi menjaga harmoni perjalanan masyarakat Yogyakarta,” ujarnya.

Pertemuan ditutup dengan pembahasan kontribusi Maxride yang diklaim telah membuka ribuan lapangan kerja di berbagai kota di Indonesia. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved