Pemkab Magelang Luncurkan Program 'Blonjo Warung Tonggo' untuk Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
Bupati Magelang menyebut program tersebut lahir dari inisiatif ASN untuk membantu menggerakkan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
Penulis: Yuki Pramudya | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Pemkab Magelang resmi meluncurkan program 'Blonjo Warung Tonggo' untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan
- Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Magelang diajak berbelanja di warung-warung sekitar tempat tinggal mereka
- Saat ini program masih diterapkan di tiga lokasi sebagai tahap awal atau soft launching sebelum nantinya diperluas ke seluruh wilayah Kabupaten Magelang.
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang resmi meluncurkan program 'Blonjo Warung Tonggo' sebagai gerakan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus memperkuat pelaku UMKM lokal.
Program tersebut mulai dijalankan usai Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional di Lapangan Soepardi, Kelurahan Sawitan, Kecamatan Mungkid, Rabu (20/5/2026).
Melalui program ini, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Magelang diajak berbelanja di warung-warung sekitar tempat tinggal mereka sebagai bentuk kepedulian terhadap ekonomi warga. Program juga didukung sistem pembayaran non-tunai menggunakan QRIS.
Bupati Magelang, Grengseng Pamudji mengatakan, program tersebut lahir dari inisiatif ASN untuk membantu menggerakkan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.
“Ini inisiasi teman-teman ASN sebagai salah satu bentuk keteladanan dan kepeloporan untuk kepedulian terhadap ekonomi warga sekitar,” kata Grengseng Pamudji.
Soft Launching
Ia menjelaskan, saat ini program masih diterapkan di tiga lokasi sebagai tahap awal atau soft launching sebelum nantinya diperluas ke seluruh wilayah Kabupaten Magelang.
“Hari ini kita masih berjalan di tiga tempat sebagai soft launching. Nanti dalam waktu satu bulan kita evaluasi,” ujarnya.
Menurutnya, evaluasi akan dilakukan untuk melihat sejauh mana dampak program terhadap masyarakat dan pelaku usaha kecil.
“Kalau memang benar-benar berdampak dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, sistemnya sederhana, bisa dilaksanakan dengan cepat dan tidak menyusahkan, nanti akan dilaunching ke seluruh Kabupaten Magelang,” jelasnya.
Grengseng menegaskan, konsep utama program tersebut adalah membangun kesadaran ASN untuk menjadi pelopor dalam menguatkan ekonomi warung tetangga.
“Kita mulai dari kesadaran dulu teman-teman ASN. Konsepnya bukan punishment, tapi reward bagi teman-teman yang mempunyai kepedulian lebih terhadap warung tetangga,” imbuhnya.
Baca juga: Klarifikasi Polresta Magelang soal Video Viral Tawuran Pelajar Gunakan Senpi: Itu Pistol Mainan
Perluas Transaksi Digital
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Magelang, Edi Wasono mengatakan program Blonjo Warung Tonggo juga menjadi langkah untuk memperluas transaksi digital di kalangan UMKM.
“Dengan Blonjo Warung Tonggo ini diharapkan memudahkan transaksi lewat non-tunai sehingga memberikan dampak yang baik bagi masyarakat,” katanya.
Ia menyebut pihaknya akan melakukan pendampingan kepada para pedagang mulai dari proses pendaftaran hingga penggunaan aplikasi transaksi digital.
| Touring Bergerak Bersama JNE 2026: Menyantuni Warga Panti, Menyusuri Sejarah Kopi Gunungkidul |
|
|---|
| Dolar Tembus Rp17.500, Disperindag DIY Klaim Harga Bahan Pokok Masih Stabil |
|
|---|
| Jelang Pilkades Serentak 2026, Pemkab Magelang Perketat Awasi Dana Desa |
|
|---|
| 42 ASN Lolos Tahap Makalah, Siap Hadapi Wawancara Seleksi Terbuka JPTP Kabupaten Magelang 2026 |
|
|---|
| DIY Perluas Ekosistem Perlindungan Karya, Kampus dan UMKM Jadi Sasaran Utama |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20262005-Grengseng-Pamuji-ajak-ASN-Belanja.jpg)