Pemangkasan TKD 2026, Pemda DIY Kencangkan Ikat Pinggang
Pemda DIY DIY telah menyesuaikan berbagai program agar tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran.
Tayang:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
“Kalau ditampung di provinsi, kami bisa mertakan pendapatannya di setiap kabupaten/kota. Kalau gini yang sangat merasa pendapatan turun adalah Gunungkidul dan Kulon Progo karena jumlah registrasi kendaraan di daerah tersebut tidak banyak,” jelasnya.
Selain optimalisasi pajak kendaraan, Pemda DIY juga mendorong pemanfaatan aset serta peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Pemerintah berharap BUMD mampu memperluas unit usaha untuk memperkuat PAD di tengah pengurangan TKD.
Baca Juga
| Pengurus SOKSI DIY Hasil Revitalisasi Resmi Dilantik, Siap Perkuat Partai Golkar |
|
|---|
| Siasat Pegawai Bapperida DIY Sikapi Kebijakan CFD di Kepatihan: Titip Laptop Biar Gowes Lebih Ringan |
|
|---|
| Pemda DIY Dorong Bandara YIA Layani Penerbangan Umrah Langsung |
|
|---|
| Kenaikan Harga Plastik Menggerus Pendapatan UMKM, Ekonom UGM Desak Keberpihakan Pemerintah |
|
|---|
| Perpanjang STNK Tanpa KTP Asli Bakal Diberlakukan Nasional, Pemda DIY Tunggu Juknis Polri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sekda-DIY-Ingatkan-Pejabat-Fungsional-Hindari-Stagnasi-dan-Perkuat-Mobilitas-Karier.jpg)