Kisah Pemuda Sleman Viral Berjualan Rumput Suket Secara Daring
Riyang melihat peluang untuk mendigitalisasi dan memodernisasi usaha rumput suket yang sebelumnya hanya dari mulut ke mulut.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
Istilah 'ngarit online' yang disebutkan Riyang dalam video menarik banyak komentar lucu dan interaktif, termasuk dari pembeli non-peternak.
Hal ini menjadi peluang bagi Riyang untuk menaikan brand awareness produknya kepada khalayak luas.
Solusi Bagi Peternak Kantoran
Kebutuhan akan "Suket Online" ternyata sangat tinggi, terutama di kalangan peternak yang memiliki pekerjaan utama di luar rumah atau kantoran.
Pelanggan Riyang juga banyak yang merupakan karyawan kantoran atau pekerja yang sering lembur, sehingga mereka tidak punya waktu untuk mencari rumput (ngarit).
Pelanggan bisa memesan via WhatsApp dan mengambilnya setelah pulang kerja. Bisa juga diantar langsung ke lokasi kandang.
Jangkauan pelanggannya pun meluas, bahkan sudah sampai luar provinsi DIY
“Terjauh pengiriman ke Tangerang,” tutur Riyang, Senin, (17/11/2025).
Dari target awal dua sampai tiga karung penjualan perhari, kini Riyang bisa menjual antara lima hingga delapan karung rumput per hari.
Riyang meyakini bahwa bisnis rumput akan terus berkelanjutan karena peternak sangat banyak, dan kebutuhan pakan ternak adalah kebutuhan yang terus-menerus.
Usaha ini tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memperluas relasi dan pengetahuan.
Riyang sering bertukar informasi dengan pelanggannya tentang cara merawat ternak.
Kepada anak muda, Riyang berpesan untuk mencoba mencari peluang yang sekiranya dianggap mustahil oleh orang lain dan tidak perlu gengsi dalam bekerja. (MG|Axel Sabina Rachel Rambing)
Baca juga: Cerita Mahasiswa Asing di UNY Ikut Ngarit, Cari Pakan untuk Ternak di Seyegan Sleman
| Digitalisasi : Efisiensi Energi, dan Paradoksnya |
|
|---|
| NTT Adopsi Digitalisasi Pertanian DIY untuk Tekan Inflasi dan Bangun Pasar Bersama |
|
|---|
| Tekan Kebocoran PAD, Pemkot Yogyakarta Genjot Perluasan Titik Parkir Non-Tunai, Bayar Pakai QRIS |
|
|---|
| PR2Media Yogyakarta Soroti Militerisasi dan Privatisasi Kebijakan Media, Indeks Demokrasi Turun |
|
|---|
| Eko Suwanto Dukung Integritas, Keberanian dan Jejaring Berperan Bangun Ekosistem Penyiaran Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Suketin-Riyang.jpg)