Menko Zulhas Pesan Jangan Ada Lahan Produktif Nganggur di Kulon Progo
Menko bidang Pangan, Zulkifli Hasan, berpesan tidak ada lahan nganggur di Kulon Progo
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Menko bidang Pangan, Zulkifli Hasan, berpesan tidak ada lahan nganggur di Kulon Progo
- Lahan nganggur perlu ditanami komoditas pangan seperti padi hingga hortikultura seperti jagung hingga cabai
- Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan, menyampaikan keinginan untuk menjadikan Kulon Progo sebagai lumbung pangan DIY.
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Republik Indonesia (RI), Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan ke Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo, Minggu (02/11/2025).
Ia meninjau harga pupuk bersubsidi yang turun 20 persen.
Pria yang juga akrab disapa Zulhas ini juga sempat bertemu dengan warga setempat yang sebagian besar petani.
Ia pun menyampaikan sejumlah pesan ke mereka.
Salah satu pesannya adalah agar jangan ada lahan kosong produktif yang menganggur di Kulon Progo.
Lahan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal.
"Saya ingin di Kulon Progo jangan ada lahan kosong atau lahan menganggur, rugi nanti," kata Zulhas dalam pertemuan di Balai Kalurahan Demangrejo.
Menurutnya, lahan tersebut perlu ditanami komoditas pangan seperti padi hingga hortikultura seperti jagung hingga cabai.
Sebab komoditas pangan tersebut akan sangat bermanfaat dalam memenuhi kebutuhan pokok.
Apalagi dengan adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan 82,9 juta penerima manfaat.
Zulhas mengatakan penerima MBG difokuskan pada ibu hamil dan menyusui, balita, serta pelajar jenjang SD hingga SMA.
"Artinya tiap hari diperlukan 82,9 juta porsi nasi, buah, telur, ikan, hingga daging," ujarnya.
Zulhas pun menyarankan lahan menganggur dimanfaatkan untuk peternakan ayam. Ia meyakini warga yang beternak akan mendapatkan penghasilan tinggi, sebab hasil ternaknya pasti laris dengan kebutuhan bahan pangan yang tinggi dari MBG.
Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadikan MBG untuk wadah pemberdayaan masyarakat.
| Harapan Guru PAUD yang Honor Kecilnya Menyusut Gegara Dana Desa Dipangkas oleh Pemerintah Pusat |
|
|---|
| Yuni Betah Jadi Guru PAUD di Kulon Progo Meski Honor Dipotong Jadi Rp350 Ribu Imbas Efisiensi Pusat |
|
|---|
| UNY Tunda Pemindahan Prodi Kampus Wates, Pertimbangkan Keluhan Warga dan Jaga Kualitas Akademik |
|
|---|
| Program PAUD dan Posyandu Paling Terdampak Pemangkasan Dana Desa 2026 |
|
|---|
| Terimbas Pemangkasan Dana Desa dari Pusat, Honor Guru PAUD di Kulon Progo Turun jadi Rp 350 Ribu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Zulkifli-Hasan-memberikan-paparannya-di-Balai-Kalurahan-Demangrejo-Kulon-Progo.jpg)