Apindo DIY Dorong Pemerintah Berikan BSU Lagi pada Pekerja, Ini Alasannya
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DIY mendorong pemerintah kembali memberikan stimulus bagi kalangan pekerja berupa Bantuan Subsidi Upah (BSU)
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DIY mendorong pemerintah kembali memberikan stimulus bagi kalangan pekerja berupa Bantuan Subsidi Upah (BSU)
- BSU yang diterima para pekerja dinilai Apindo DIY terlalu kecil, dan untuk alokasi dua bulan
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DIY mendorong pemerintah kembali memberikan stimulus bagi pekerja.
Stimulus kebijakan tersebut berupa Bantuan Subsidi Upah (BSU).
Wakil Ketua Apindo DIY Bidang Ketenagakerjaan, Timotius Apriyanto, mengatakan BSU merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
“Iya, BSU lagi dong. Kalau bicara meningkatkan daya beli masyarakat, mestinya ada BSU lagi. Itu (BSU) juga yang selalu kami dorong. Maksudnya agar teman-teman sektoral ikut terbantu,” katanya, Minggu (02/11/2025).
Pemerintah memang sudah memberikan BSU pada Juni dan Juli 2025 lalu senilai Rp600.000.
Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp3.500.000.
Menurut dia, BSU yang diterima para pekerja terlalu kecil. Sebab besaran tersebut untuk alokasi dua bulan.
Mestinya, BSU yang diberikan sekitar Rp600.000 hingga Rp800.000 per bulan.
“Jangan cuma sebulan, dua bulan, tetapi paling tidak enam bulan. Sasarannya juga harus ditambah, yang bergaji di bawah Rp5.000.000,” terangnya.
Ia menilai BSU yang sebelumnya diberikan pemerintah kurang berdampak signifikan, khususnya pada pertumbuhan ekonomi.
“Jadi dua kuartal itu pasti baru akan nampak dampaknya ke pertumbuhan ekonomi. Nanti di triwulan ke-3, triwulan ke-4 baru akan terasa. Tetapi kan sampai sekarang belum terasa (dampak BSU Juni-Juli 2025),” ungkapnya.
Ia menambahkan pemerintah bisa merealoksikan anggaran dari flagship program, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Pak Purbaya (Menkeu) menyampaikan bahwa ada kemungkinan sekitar Rp 40 triliun yang dibelanjakan tahun ini untuk MBG. Ya udah, Rp 40 triliun itu lebih baik dipindahkan untuk subsidi upah. Kita bisa kok (memberikan BSU). Hanya kita itu kan tidak right spending, tidak dibelanjakan dengan tepat dan efisien,” pungkasnya. (*)
| Konflik Global Berkepanjangan, Apindo DIY Khawatirkan Sektor Ketenagakerjaan |
|
|---|
| Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun, Pekerja Swasta dan Seni di Yogyakarta Lega |
|
|---|
| Mediasi Buntu, Ratusan Buruh Garmen di Sleman Bakal ke Kepatihan Besok, Mohon Campur Tangan Sultan |
|
|---|
| KSPSI DIY Pasang Badan, Siap Dampingi Ratusan Pekerja PT MTG Sleman Terkait Pesangon |
|
|---|
| Disnakertrans DIY Tindaklanjuti Aduan Pekerja CV Evergreen Buana Prima Sandang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ILUSTRASI-FOTO-Uang-Rp-100000.jpg)