Wabup Gunungkidul Minta Pengelola SPPG Jaga Kualitas Program MBG
Ia menekankan, pelayanan gizi harus berjalan dengan prinsip kehati-hatian agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto mengingatkan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar menerapkan standar kualitas tinggi dalam penyelenggaraan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menekankan, pelayanan gizi harus berjalan dengan prinsip kehati-hatian agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat tanpa menimbulkan risiko kesehatan.
“Dalam penyelenggaraan pelayanan gizi, terutama pada program Makanan Bergizi Gratis, harus sangat hati-hati. Jangan sampai terjadi keracunan massal akibat lemahnya pengawasan,” ujar Joko , Selasa (21/10/2025).
Ia menegaskan, kegiatan penyediaan makanan dalam skala besar memiliki risiko tinggi terhadap penyimpangan mutu apabila tidak diawasi dengan ketat, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga penyajian.
“Standar kebersihan, sanitasi, dan pengawasan mutu gizi harus diterapkan secara disiplin agar program ini benar-benar membawa manfaat dan tidak menimbulkan dampak negatif,” kata Joko.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berkomitmen mendukung penuh program nasional MBG karena sejalan dengan upaya daerah dalam menurunkan angka stunting, memperkuat ketahanan pangan, serta memperbaiki layanan gizi masyarakat.
“Pembangunan manusia unggul dimulai dari hal yang paling dasar, yakni pemenuhan gizi yang cukup dan seimbang,” tuturnya.
Ia menambahkan, kehadiran SPPG Kepek menjadi langkah konkret dalam mewujudkan tujuan tersebut. Selain menyiapkan makanan bergizi, satuan ini juga diharapkan menjadi pusat edukasi dan pemberdayaan masyarakat. SPPG dapat menjadi tempat belajar menyusun menu sehat, menumbuhkan kesadaran pentingnya pola makan seimbang, dan memastikan anak-anak mendapat asupan gizi yang baik untuk tumbuh kembang optimal.
"Sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga mitra menjadi kunci keberhasilan program ini. “Kolaborasi seperti inilah yang menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan Gunungkidul yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya.
Sementara itu, Komandan Kodim 0730/Gunungkidul, Letkol Inf Roni Hermawan, mengatakan sudah seminggu operasional SPPG Wonosari I yang berlokasi di area Kodim 0730, masih terhenti.
"Aktivitas penyaluran MBG masih belum dilakukan lagi, ya sudah semimggu tidak beroperasi," tuturnya.
Ia menyebut pihaknya juga tidak bisa memastikan kapan operasional dapur Nisa berjalan lagi
"Sampai hari ini belum ada arahan dapur bisa beroperasi lagi. Sementara, masih menunggu. Karena. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Gunungkidul saja, beberapa SPPG di DIY juga ada yang mengalami hal serupa, belum beroperasi," urainya (ndg)
| 8 Tuntutan dari Aliansi Rakyat Memanggil, yang Sore Ini Berencana Aksi di Gejayan |
|
|---|
| 97 SPPG di DIY Berhenti Beroperasi Sementara AKibat Kendala Anggaran dan Standar IPAL |
|
|---|
| 97 SPPG di DIY Berhenti Beroperasi Sementara, BGN Ungkap Kendala Anggaran dan Standar IPAL |
|
|---|
| Puluhan SPPG di Sleman Berhenti Beroperasi Sementara, Ini Sebabnya |
|
|---|
| Sony Sonjaya 'Berkicau', Sebut 26 Tokoh Terlibat Korupsi Tata Kelola MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Wakil-Bupati-Gunungkidul-Joko-Parwoto-Jumat-252025.jpg)