Eksklusif Harga Pangan di DIY
Warga Kaget Harga Telur Naik, Ada Apa?
Harga telur ayam di pasar tradisional di DIY belakangan ini merangkak naik, bahkan tembus angka Rp30.000 per kilogram (kg).
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
“Dari bakul besar sudah ambil di harga Rp29.000. Katanya karena banyak permintaan, produsen langsung menaikkan harga. Kami hanya mengikuti,” ujarnya.
Ia menyebut sebagian besar pembeli di tempatnya memang borongan dari kalangan penyedia katering dan lembaga yang menangani MBG, sehingga stok cepat berkurang.
“Biasanya saya kulakan tiga peti cukup untuk dua hari, sekarang sehari saja sudah habis. Banyak yang beli sehingga produsen merasa barang cepat keluar dan langsung menaikkan harga,” katanya.
Dia menambahkan, tingginya permintaan telur ayam membuat alur distribusi telur lebih padat dari biasanya. Pesanan dalam jumlah besar membuat pembeli eceran kesulitan mendapatkan harga lama.
“Ada pelanggan yang kaget karena biasanya beli dua kilo sekarang cuma mampu satu kilo. Tapi, karena kebutuhan rumah tangga, mau tidak mau tetap beli,” kata Siti.
Ia berharap pemerintah dapat mengatur pola distribusi agar kebutuhan program besar tidak langsung membebani harga di tingkat pasar rakyat.
"Kalau bisa harga bisa kembali stabil karena kalau harganya terus naik seperti ini. Kami juga bingung karena modalnya pun jadi besar," urainya. (Tim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Subur-pedagang-telur-di-Beringharjo.jpg)