Eksklusif Harga Pangan di DIY
Pemerintah Bilang Stok Telur Masih Aman
Pada September 2025, rata-rata harga telur ayam ras di DIY yaitu Rp28.667 per kg, sedangkan pada minggu kedua Oktober 2025 menjadi Rp31.333 per kg
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kebutuhan telur untuk program makan bergizi gratis (MBG) disebut-sebut memantik harga telur naik.
Namun demikian, itu bukan menjadi satu-satunya pemicu.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yuna Pancawati, mengatakan DIY mengalami kenaikan harga telur yang cukup signifikan.
Pada September 2025, rata-rata harga telur ayam ras di DIY yaitu Rp28.667 per kilogram, sedangkan pada minggu kedua Oktober 2025 menjadi Rp31.333 per kilogram.
Tidak hanya DIY, secara nasional harga telur ayam ras di tingkat nasional menunjukkan tren kenaikan bertahap sejak pertengahan September 2025.
Pada 10 September 2025, harga berada di kisaran Rp31.500 per kilogram, kemudian terus meningkat hingga mencapai sekitar Rp32.400 per kilogram pada 10 Oktober 2025.
"Harga telur ayam di DIY bergerak searah dengan tren nasional, tetapi masih di bawah harga rata-rata nasional," katanya.
Ia menerangkan kenaikan harga telur ayam ras terjadi karena tingginya permintaan, termasuk akibat program MBG. Selain itu, dipicu oleh meningkatnya harga pakan.
"Kalau dari sisi stok aman," imbuhnya.
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Ris Heriyani mengatakan kenaikan harga ini terjadi akibat meningkatnya permintaan dari berbagai sektor, salah satunya dari kebutuhan program pemerintah, yakni MBG yang mulai berjalan di sejumlah sekolah.
“Permintaan telur naik memang cukup tinggi, itu sejak awal Oktober. Salah satu faktornya yang mempengaruhi karena ada tambahan kebutuhan dari program pemerintah yaitu MBG. Hal ini berdampak langsung terhadap harga," tuturnya saat dikonfirmasi pada Senin.
Baca juga: Warga Kaget Harga Telur Naik, Ada Apa?
Komoditas lain
Lonjakan permintaan itu kemudian mendorong kenaikan harga sejak dari tingkat produsen, lantar merambat di pasar eceran.
Selain telur, Ris menyebut sejumlah komoditas lain juga mengalami kenaikan harga, mulai dari daging ayam, cabai merah, bawang merah, bawang putih, hingga tomat.
"Kenaikan harga komoditas ini juga tidak jauh berbeda karena pengaruh dari permintaan program MBG, terutama ayam yang biasanya Rp36.000 sekarang menjadi Rp40.000," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pedagang-Merasa-Lesu-Permintaan-Telur-dan-Ayam-di-Bantul-selama-Ramadan-Turun.jpg)