Pelajar Masuk 10 Besar Prioritas, OJK Mengajar Hadir di SMAN 3 Yogyakarta
Selain meningkatkan literasi keuangan, OJK juga mendorong pelajar untuk mulai mengelola keuangan.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki tugas untuk memberikan literasi keuangan kepada masyarakat. Pelajar menjadi salah satu segmen prioritas.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan pelajar dan mahasiswa masuk dalam 10 segmen prioritas OJK.
Alasannya, remaja rentan terhadap berbagai bahaya dari dunia digital. Baik itu oversharing data pribadi, scam, dan lain-lain.
“Anak-anak kita harus kita jaga, kita beri literasi edukasi supaya mereka bisa terhindar dari scam dan bahaya dunia digital. Kalau dilihat dari data, gen Z dan milenial ini banyak menjadi korban scam. Karena mereka yang terbiasa dengan produk digital,” katanya usai OJK Mengajar di SMAN 3 Yogyakarta, Senin (20/10/2025).
Selain meningkatkan literasi keuangan, pihaknya juga mendorong pelajar untuk mulai mengelola keuangan. Saat ini, ada fitur paylater yang memudahkan untuk pembayaran. Namun ada bahaya yang mengintai dari penggunaan paylater.
“Jangan sampai berperilaku konsumtif, dan jangan sampai berhutang secara online, kemudian nggak bisa bayar, akhirnya akan membahayakan masa depan. Pelajar merupakan generasi penerus, menjadi penggerak ekonomi,” ujarnya.
Dalam OJK Mengajar, OJK juga menggandeng Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu.
Pada kesempatan tersebut, Anggito mendorong generasi muda untuk membangun kemandirian finansial. Kemandirian finansial didahului dengan penggunaan uang yang bijaksana.
“Pangkas semua belanja yang tidak perlu, kemudian simpan dulu. Menyimpan uang untuk dana darurat. Sisihkan uang untuk menabung di awal bulan, jangan dibelanjakan semuanya. Harus punya cara agar nggak senang ngutang,” ungkapnya.
Setelah memiliki kemandirian finansial, pihaknya juga mendorong generasi muda untuk mulai berinvestasi. Namun dalam melakukan investasi juga harus berhati-hati. Pasalnya ada investasi ilegal yang justru dapat membahayakan.
“Investasi juga harus hati-hati, harus yang mendapat izin dari OJK. Sudah mendapatkan izin, tetapi dalam pelaksanaannya tidak sesuai, itu juga harus hati. Harus dipahami dulu (sebelum investasi),” imbuhnya. (maw)
| OJK DIY Minta Masyarakat Waspadai Maraknya Scam Jelang Idulfitri |
|
|---|
| Literasi Keuangan, Ibu Rumah Tangga di Yogyakarta Didorong Bijak Kelola Dana Jelang Lebaran |
|
|---|
| Laporan Scam di DIY Capai 9.431, Kerugian Masyarakat Capai Triliunan Rupiah |
|
|---|
| OJK DIY Manfaatkan Bulan Ramadan untuk Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah |
|
|---|
| Jaga Stabilitas dan Keamanan Sektor Keuangan, OJK DIY Perkuat Sinergi Jasa Keuangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pelajar-Masuk-10-Besar-Prioritas-OJK-Mengajar-Hadir-di-SMAN-3-Yogyakarta.jpg)