Ketika Malioboro Bernapas Lega Tanpa Asap Kendaraan Bermotor

Malioboro tampak dapat bernapas lega menjelang senja, Sabtu (18/9/2025). Deru mesin dan lalu lalang kendaraan bermotor tidak terlihat lagi

Tayang:
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA/MIFTAHUL HUDA
MALIOBORO BERNAPAS LEGA - (Dokumentasi) Masyarakat menikmati momen Malioboro full pedestrian dengan bersepeda dan jalan santai, Selasa (7/10/2025). Pemkot Yogyakarta menerapkan Malioboro bebas kendaraan bermotor selama 24 penuh hari ini. Malioboro tampak dapat bernapas lega menjelang senja, Sabtu (18/9/2025). 

Namun, menurutnya, uji coba tersebut belum memberikan hasil yang memadai karena keterbatasan tenaga dan infrastruktur pendukung.

“Kami dan anggota menyuarakan kalau hanya diganti tenaga listrik nanti kekuatannya tidak memadai dan tidak bisa untuk mengangkut beban berat, terutama di tanjakan jalan,” jelasnya.

Paguyuban Tukang Becak Prasojo memiliki sekitar 97 anggota aktif.

Sebagian besar merupakan warga Kota Yogyakarta yang menggantungkan hidup sepenuhnya dari menarik becak motor. 

Karena itu, menurut Purwanto, kebijakan apa pun harus memperhatikan keberlanjutan ekonomi mereka.

“Kalau memang mau ditata, kami setuju. Tapi harus ada jalan keluar yang manusiawi, jangan sampai setelah ditertibkan kami justru kehilangan pekerjaan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menegaskan bahwa rencana penertiban becak motor bukanlah upaya untuk menghapus mata pencaharian para pengemudi.

Pemerintah, kata dia, ingin menata moda transportasi agar lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan kesejahteraan warga.

“Kami tidak ingin mematikan ekonomi masyarakat, tetapi menata. Bisa secara bentuk moda maupun jumlah layanannya. Kami melarang, tapi ada solusinya, yakni becak kayuh bertenaga alternatif,” ujarnya.

Ni Made menjelaskan, pemerintah telah berupaya sejak 2020 untuk memperkenalkan becak listrik dan becak kayuh tenaga alternatif.

Namun, implementasi di lapangan memang masih terbatas. Saat ini, baru tersedia sekitar 90 unit becak listrik yang dimiliki oleh Pemda DIY.

“Kami sudah berusaha sejak tahun 2020 mengupayakan becak tenaga alternatif dan becak listrik. Sekarang saya lagi sounding dengan beberapa pihak untuk 1.000 unit, tapi sifatnya masih penjajakan,” paparnya.

Ia menambahkan, proses konsolidasi dengan paguyuban becak motor memang tidak mudah.

Beberapa pengemudi yang sudah menerima bantuan becak listrik pun belum aktif beroperasi di kawasan Malioboro.

Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan sektor swasta untuk memperluas dukungan penyediaan armada.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved