Setahun Pemerintahan Prabowo dan Gibran
Setahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, Ini Suara Petani dan Buruh di Bantul
Seorang petani padi di Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Suryanto, mengaku mendapat perhatian penuh dari kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Setahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, di Tanah Air ternyata memberikan dampak yang cukup siginifikan terhadap kehidupan masyarakat.
Terutama mereka yang berasal dari kalangan petani hingga pekerja buruh di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.
Seorang petani padi di Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Suryanto, mengaku mendapat perhatian penuh dari kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Bahkan, ia merasa bahwa petani kali ini mendapatkan perlakuan spesial dan dimanjakan oleh pemerintah mulai dari dipermudahkannya penyaluran pupuk, nilai jual hasil pertanian, hingga serapan gabah yang tergolong bagus.
"Subsidi pupuk dari pemerintah saat ini, sudah lancar terdistribusi dan untuk mengaksesnya sudah cepat maupun tepat. Artinya, di kios-kios petani sudah terpenuhi dan tercukupi subsidi pupuk dari pemerintah. Jadi, pupuk itu bisa dipergunakan dengan tepat per musim tanam padi maupun palawija," katanya, kepada Tribunjogja.com, Minggu (19/10/2025).
Ia pun menjelaskan bahwa nilai jual hasil pertanian di Bumi Projotamansari tergolong baik.
Di mana, untuk nilai jual jagung saat ini dikisaran Rp6.200 per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp4.500 sampai Rp4.800 per kilogram.
Lalu, nilai jual gabah kering panen (GKP) saat ini menjadi Rp6.500 per kilogram dari sebelumnya dinilai cukup rendah.
Menurutnya, nominal nilai jual saat ini sudah memberikan untung yang cukup tinggi terhadap para petani dibandingkan setahun yang lalu.
Bahkan, hasil GKP tersebut juga dibeli oleh Badan Urusan Logistik (Bulog), sehingga para petani tidak perlu kebingungan dalam menjual hasil bumi mereka.
Selain itu, untuk menunjang kesejahteraan, kini para gabungan kelompok tani (Gapoktan) juga akan dilibatkan bergabung keanggotaan di koperasi desa merah putih (KDMP) kalurahan setempat.
Dengan begitu, Gapoktan juga dapat menjualkan hasil produk pertanian mereka.
"Petani itu memang diprioritaskan untuk mendukung swasembada atau ketahanan pangan. Dan kami juga sudah mendapatkan sosialisasi dari pemerintah untuk bisa terlibat keanggotaan dalam KDMP. Jadi, sampai saat ini, sedang berproses dan kami para petani nanti bisa menjual hasil pertanian di KDMP. Artinya, nanti ada timbal balik yang dirasakan oleh masyarakat," jelas Suryanto.
Pihaknya berharap ke depan sektor pertanian tetap diberikan kelancaran untuk mempertahankan, menjual, maupun memenuhi permintaan pasar terhadap hasil panen di Bumi Projotamansari secara khusus dan Indonesa secara umum.
Dengan begitu, swasembada pangan dapat terwujud dengan baik. Ia pun tak lupa mengucap rasa terimakasih kepada Presiden Prabowo dan Wapres Gibran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Presiden-dan-Wakil-Presiden-RI-Prabowo-Gibran.jpg)