Setahun Pemerintahan Prabowo dan Gibran

Setahun Pemerintahan Prabowo–Gibran, Ini Harapan yang Disampaikan Warga Gunungkidul

Sejumlah warga berharap pemerintah pusat memberi perhatian lebih pada stabilitas harga pangan dan perluasan lapangan kerja di daerah.

Tayang: | Diperbarui:
Dok. Istimewa
Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Setahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, masyarakat di Kabupaten Gunungkidul menyuarakan harapan mereka terhadap arah kebijakan nasional, terutama yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari.

Sejumlah warga berharap pemerintah pusat memberi perhatian lebih pada stabilitas harga pangan dan perluasan lapangan kerja di daerah.

Sutarmi, warga Kapanewon Playen yang sehari-hari berjualan sayur di pasar tradisional Argosari, Kapanewon Wonosari, mengatakan harga kebutuhan pokok masih menjadi perhatian utama.

Ia berharap pemerintahan baru mampu menekan lonjakan harga, terutama beras dan cabai yang sering naik mendadak.

 “Yang penting itu harga sembako jangan gampang naik. Kalau stabil, kami pedagang kecil dan pembeli sama-sama tidak kesulitan,” ujarnya pada Minggu (19/10/20325). 

Sementara itu, kalangan petani di wilayah selatan Gunungkidul menyoroti ketersediaan pupuk bersubsidi dan akses alat pertanian modern.

Mereka menilai janji kemandirian pangan yang digaungkan Prabowo perlu diterjemahkan ke langkah teknis di lapangan.

 “Pemerintah pusat jangan hanya bicara ketahanan pangan, tapi bantu petani sampai ke level distribusi hingga peralatan pertanian yang lebih modern. Itu yang kami tunggu,” kata, Giyat petani di Kapanewon Tanjungsari.

Di sisi lain, generasi muda , Wahyuni berharap ada percepatan program wirausaha dan akses lapangan kerja.

Banyak dari mereka memilih merantau ke kota besar karena minimnya industri dan peluang ekonomi di daerah.

“Kalau bisa ada program yang menyentuh langsung anak muda desa—pelatihan, akses modal usaha kecil, atau industri yang buka di Gunungkidul—tidak semua harus pergi ke luar daerah,” ungkapnya lulusan SMK yang kini  membantu usaha kecil keluarganya.

Hal serupa pun disampaikan Rifki,  seorang pemuda pelaku usaha kecil di Kapanewon Playen, menilai bahwa anak muda di desa membutuhkan akses pasar dan pelatihan digital, bukan sekadar seremoni program bantuan.

“Banyak teman-teman saya sebenarnya ingin bertahan di kampung dan membangun usaha, tapi tidak ada ekosistemnya. Kami berharap pemerintah pusat tidak hanya kirim bantuan alat, tapi juga bantu pemasaran dan akses digital,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved