Keracunan Massal SMA 1 Yogya
BGN Masih Telusuri Penyebab Keracunan, SPPG Dihentikan Sementara
BGN telah menginstruksikan penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekolah terdampak.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas Kesehatan DIY, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta serta instansi terkait masih melakukan penelusuran sumber dugaan keracunan di SMAN 1 Yogyakarta.
Karegional SPPG DIY, Gagat Widyatmoko mengatakan sudah ada pengambilan sampel makanan dan data kesehatan siswa untuk pemeriksaan laboratorium.
Sebagai langkah cepat tanggap, BGN telah menginstruksikan penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani sekolah terdampak.
"Langkah ini diambil untuk memberi ruang evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan guna memastikan keamanan pangan di lingkungan sekolah," katanya.
Ia melanjutkan berdasarkan kuesioner dari pihak sekolah, ada 426 siswa yang mengalami gejala diare.Data ini masih bersifat laporan awal dan sedang diverifikasi lebih lanjut oleh tim lapangan bersama dinas kesehatan.
Hingga saat ini, tidak terdapat laporan siswa yang dirujuk atau dirawat di fasilitas kesehatan akibat dugaan kejadian tersebut.
"Kegiatan belajar mengajar (KBM) kemarin berjalan normal, dan tidak ada kebijakan pemulangan siswa lebih awal," ujarnya.
Baca juga: Sebanyak 2 Siswa SMAN 1 Yogyakarta Masih Absen setelah Keracunan MBG
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Dinas Kesehatan DIY, Akhmad Akhadi menerangkan pihaknya belum bisa memastikan makanan yang menjadi penyebab keracunan.
Menurut dia, jika terjadi keracunan, maka seluruh makanan yang dikonsumsi patut diduga menjadi penyebab keracunan.
Dalam MBG yang dikonsumsi, Rabu (15/10/2025) lalu, ada dua jenis protein, yaitu ayam dan tahu.
Keduanya berisiko mengalami penurunan kualitas jika waktu penyimpanan melebihi ambang, proses pengolahan, cara mengolah, dan cara mengepak yang kurang tepat.
“Nah itu semua berisiko. Jadi saya belum berani menyimpulkan. Biasanya kami baru bisa menarik kesimpulan awal setelah data-data awal terkumpul. Mulai dari waktu kejadian, on set kejadian, waktu yang dibutuhkan dari selesai masak sampai dikonsumsi juga harus dianalisa,” terangnya.
“Dan kami baru bisa menyimpulkan bahan makanan yang mana, yang menjadi penyebab utama penyebab tambahan terjadinya keracunan, nanti setelah hasil pemeriksaan laboratorium kita peroleh,” imbuhnya. (maw)
| Cegah Kasus Keracunan Terulang, Pemda DIY Latih Penjamah Makanan dan Terapkan Standar Higienis |
|
|---|
| Dinkes DIY Periksa Sisa Makanan dan Dapur MBG Buntut Kasus Keracunan di SMAN 1 Yogyakarta |
|
|---|
| Satu Per Satu Siswa Tumbang: Kronologi Keracunan Makan Bergizi Gratis di Kota Yogyakarta |
|
|---|
| Keracunan MBG di Jogja, Wali Kota Yogyakarta Sebut Ada Potensi Kontaminasi Bakteri |
|
|---|
| Siswa Dua SMA di Wirobrajan Jogja Keracunan MBG, SPPG Ditutup Sementara, Petugas Ogah Komentar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/BREAKING-NEWS-Ratusan-Siswa-SMA-Negeri-1-Yogyakarta-Alami-Gejala-Keracunan-Setelah-Makan-Menu-MBG.jpg)