Keracunan MBG

Sebanyak 2 Siswa SMAN 1 Yogyakarta Masih Absen setelah Keracunan MBG

Yang dua sakitnya bukan karena MBG, sementara yang dua kondisinya sudah membaik. Sudah ngobrol sama guru BK

Tayang:
KOMPAS.COM/WISANG SETO PANGARIBOWO
KERACUNAN MBG: Foto dok MBG saat dibagikan kepada siswa-siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta, Kamis (16/10/2025) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dua siswa SMAN 1 Yogyakarta yang menjadi korban keracunan program Makan Bergizi (MBG) masih beristirahat di rumah. Kondisinya semakin membaik, namun perutnya masih sakit. 

Kepala SMAN 1 Yogyakarta, Ngadiya mengatakan dari total 426 siswa yang mengalami keracunan pada Rabu (15/10/2025), sebanyak 32 siswa absen pada Kamis (16/10/2025). 

Pihaknya sudah menghubungi seluruh orangtua untuk memastikan kondisi siswa. 

"Tidak ada yang opname. Tadi pagi saya cek lagi, ada empat yang tidak masuk. Yang dua sakitnya bukan karena MBG, sementara yang dua kondisinya sudah membaik. Sudah ngobrol sama guru BK, tapi perutnya agak sakit," katanya, Jumat (17/10/2025). 

Pascakeracunan, siswa mengalami trauma dan enggan memakan MBG. Pada Kamis (16/10/2025) kemarin, ada 420 ompreng yang tidak diambil oleh siswa. Akhirnya 420 ompreng tersebut dikembalikan ke SPPG. 

"Satu kelas asa yang cuma ambil 5, ada yang ambil 10, seharusnya kan 36. Jadi 420 itu tidak ambil MBG, dikembalikan ke SPPG. Masih khawatir (keracunan lagi), trauma," sambungnya. 

Ia menambahkan hari ini SMAN 1 Yogyakarta tidak mendapatkan MBG. Berdasarkan informasi sementara, program MBG di SMAN 1 Yogyakarta akan dihentikan sekitar 1-2 minggu ke depan. 

"Tergantung nanti hasil lab gimana, perbaikan gimana. Setelah evaluasi selesai mungkin baru mulai lagi (program MBG di SMAN 1 Yogyakarta)," pungkasnya. (maw) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved