Keracunan Massal SMA 1 Yogya
Dinkes DIY Periksa Sisa Makanan dan Dapur MBG Buntut Kasus Keracunan di SMAN 1 Yogyakarta
Dugaan awal penyebab terjadinya keracunan MBG di SMAN 1 Yogyakarta itu mengarah pada penurunan kualitas bahan makanan.
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM - Kasus dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 1 Yogyakarta mendorong Dinas Kesehatan DIY melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap keamanan pangan yang dikirim ke sekolah.
Dugaan awal penyebab terjadinya keracunan MBG di SMAN 1 Yogyakarta itu mengarah pada penurunan kualitas bahan makanan.
Sementara sebagian besar siswa terdampak keracunan MBG kini telah pulih.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan DIY, Akhmad Akhadi, mengatakan pihaknya telah mengerahkan tim untuk melakukan penyelidikan epidemiologi di lokasi kejadian.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta guna mengamankan sampel sisa makanan serta melakukan inspeksi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab dalam penyediaan menu MBG.
“Prinsipnya, kalau ada kejadian keracunan, semua makanan yang disajikan patut diduga menjadi penyebab. Kami baru bisa menyimpulkan bahan makanan mana yang menjadi penyebab utama atau tambahan nanti setelah hasil pemeriksaan laboratorium kami peroleh,” ujar Akhmad, Jumat (17/10/2025).
Menurut dia, seluruh komponen dalam paket makanan—termasuk lauk, sayur, dan bahan tambahan—masih dalam proses pemeriksaan laboratorium. Penelusuran itu untuk memastikan ada tidaknya kontaminasi bakteri, bahan kimia, atau kesalahan dalam pengolahan dan penyimpanan makanan.
Akhmad menegaskan, setiap SPPG pada dasarnya telah memiliki protokol keamanan pangan yang harus dijalankan sebelum makanan dikirim ke sekolah. Namun, pelanggaran bisa terjadi di tahap pelaksanaan. Ia mengingatkan pentingnya uji organoleptik atau pemeriksaan fisik sederhana terhadap makanan yang telah diolah.
“Makanan yang sudah diolah harus diperiksa kesesuaian bentuk, warna, dan penampakannya. Apakah berair atau berlendir, lalu diperiksa dengan tangan dan dicium apakah ada bau tidak layak. Jika perlu, dirasakan apakah makanan sudah basi atau tidak,” tuturnya.
Berdasarkan laporan awal yang diterima Dinkes DIY, Akhmad menyebut bahwa ayam dan tahu dalam menu MBG di SMAN 1 Yogyakarta memiliki rasa yang tidak biasa. Kedua bahan tersebut berisiko menurun kualitasnya jika penyimpanan atau pengolahan tidak sesuai standar.
“Ayam dan tahu bisa mengalami penurunan kualitas karena waktu penyimpanan yang melebihi ambang batas, atau karena proses pengolahan dan packing-nya tidak tepat,” katanya.
Ia menambahkan, sebagian besar siswa yang terdampak keracunan kini telah kembali beraktivitas. Gejala yang dialami umumnya ringan, sehingga penanganan tidak membutuhkan waktu lama.
“Sepanjang keracunannya itu dari bakteri atau kimia, perawatannya tidak lama. Cukup dengan obat antibakteri, dan kalau tidak ada yang opname, dua-tiga hari biasanya sudah pulih,” ujarnya.
Meski demikian, dampak psikologis dari peristiwa tersebut dinilai lebih panjang. Akhmad mengakui banyak siswa yang masih enggan mengonsumsi kembali menu MBG, bahkan sebagian orang tua menyarankan anaknya untuk tidak ikut program tersebut sementara waktu.
“Banyak yang akhirnya enggan makan MBG lagi. Orang tua juga jadi menyimpulkan, kalau dapat makanan MBG, lebih baik tidak dimakan. Itu yang kami sesalkan, karena program ini sebenarnya bagus untuk pemenuhan gizi anak sekolah,” katanya.
keracunan MBG
SMAN 1 Yogyakarta
Dinkes DIY
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Multiangle
Eksklusif
| Cegah Kasus Keracunan Terulang, Pemda DIY Latih Penjamah Makanan dan Terapkan Standar Higienis |
|
|---|
| BGN Masih Telusuri Penyebab Keracunan, SPPG Dihentikan Sementara |
|
|---|
| Satu Per Satu Siswa Tumbang: Kronologi Keracunan Makan Bergizi Gratis di Kota Yogyakarta |
|
|---|
| Keracunan MBG di Jogja, Wali Kota Yogyakarta Sebut Ada Potensi Kontaminasi Bakteri |
|
|---|
| Siswa Dua SMA di Wirobrajan Jogja Keracunan MBG, SPPG Ditutup Sementara, Petugas Ogah Komentar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/BREAKING-NEWS-Ratusan-Siswa-SMA-Negeri-1-Yogyakarta-Alami-Gejala-Keracunan-Setelah-Makan-Menu-MBG.jpg)