Pojok Parlemen

Apa Peran Riset dalam Pembangunan? DIY Segera Miliki Perda Riset Invensi dan Inovasi Daerah

Untuk itu, saatnya daerah melakukan pendekatan berbasis pengetahuan untuk menjawab tantangan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Editor: ribut raharjo
Istimewa
Ketua Pansus, Eko Suwanto memimpin Forum Public Hearing Raperda Riset, Invensi dan Inovasi Daerah  yang diselenggarakan DPRD DIY, pada Senin (13/10/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pembangunan berbasis riset akan berbeda hasilnya dengan cara-cara yang bersifat rutinitas.

Untuk itu, saatnya daerah melakukan pendekatan berbasis pengetahuan untuk menjawab tantangan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Demikian disampaikan Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Riset Inovasi Daerah BRIN, Dr. Sri Nuryati dalam Forum Public Hearing Raperda Riset, Invensi dan Inovasi Daerah  yang diselenggarakan DPRD DIY, pada Senin (13/10/2025).

Peraturan Daerah (Perda) tentang Riset, Invensi, dan Inovasi Daerah dihadirkan guna memperkuat ekosistem riset dan inovasi.

Dan langkah ini sejalan dengan amanat UU Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, yang menempatkan IPTEK sebagai landasan pembangunan nasional.

Menurut Sri Nuryati, hingga saat ini, sebanyak 506 dari 508 kabupaten/kota di Indonesia telah memasuki proses pembentukan BRIDA (Badan Riset dan Inovasi Daerah) sebagai bentuk implementasi kebijakan ini. 

DIY termasuk daerah dengan potensi riset dan inovasi yang besar, khususnya dalam sektor ekonomi kreatif, pariwisata, dan pendidikan tinggi.

Untuk itu, pembentukan Perda Riset ini diharapkan tidak sekadar menjadi legalitas, tapi benar-benar memperkuat peran pemerintah daerah sebagai fasilitator dan katalisator inovasi. 

Ketua Pansus Raperda Riset, Invensi dan Inovasi Daerah DPRD DIY Eko Suwanto berterima kasih kepada BRIN dan akademisi yang telah memberikan masukan berupa poin penting yang telah disampaikan.

"Pansus Raperda Riset, Invensi dan Inovasi Daerah tentu selalu terbuka bagi setiap komponen masyarakat, kali ini bersama BRIN dan akademisi UGM, kita ingin ke depan pembangunan di DIY dijalankan dengan perencanaan  dan pelaksanaan pembanginan yang berbasis riset, berbasis data valid sehingga mampu berikan kebijakan guna membawa masyarakat DIY yang lebih sejahtera. Sinergi dan kolaborasi antar lembaga sangat penting guna perkuat penyelenggaraan riset, invensi dan inovasi daerah. Fungsi tersebut sangat penting, utamanya data dan riset guna menentukan arah pembangunan daerah yang benar,' kata Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved