MTQ Pelajar Gunungkidul Resmi Dibuka, Al-Quran Harus Bisa Jadi Benteng Moral di Era Arus Digital
Joko Parwoto menekankan pentingnya penguatan karakter generasi muda melalui nilai-nilai Al-Qur’an, terutama di era serba cepat
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Pelajar SD dan SMP Tingkat Kapanewon Wonosari Tahun 2025 resmi dimulai. Pembukaan kegiatan tersebut ditandai dipukulnya gong oleh Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto di halaman SMP Negeri 2 Wonosari , pada Rabu (15/10/2025).
Dalam kesempatan itu, Joko Parwoto menekankan pentingnya penguatan karakter generasi muda melalui nilai-nilai Al-Qur’an, terutama di era serba cepat seperti sekarang.
“Di tengah derasnya arus informasi digital, Al-Qur’an menjadi pedoman sekaligus benteng moral agar generasi muda tidak kehilangan arah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa MTQ bukan hanya sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi momentum untuk menghadirkan nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kemajuan teknologi akan lebih bermakna jika diiringi dengan dasar moral yang kokoh.
"Mengutip dari perkataan Ir. Soekarno, “ilmu tanpa agama adalah lumpuh, agama tanpa ilmu adalah buta,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kualitas sumber daya manusia tidak hanya diukur dari kemampuan akademik semata, tetapi juga dari keteguhan hati dalam memegang prinsip dan nilai keagamaan. Menurut dia, generasi yang cakap secara intelektual namun rapuh secara moral akan mudah terpengaruh oleh konten negatif yang begitu cepat tersebar di ruang digital.
Joko Parwoto mendorong seluruh sekolah dan orang tua untuk bersama-sama mengawal perkembangan karakter anak.
“Tugas ini tidak cukup hanya dibebankan kepada guru agama di sekolah. Semua pihak harus terlibat, mulai dari keluarga, lingkungan, hingga institusi pendidikan, agar nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar hidup dalam keseharian,” ujarnya..
Sementara itu, Ketua panitia, Suhartati, menjelaskan bahwa MTQ tahun ini mengusung tema “Dengan Musabaqah Tilawatil Qur’an Kita Wujudkan Generasi yang Unggul, Cerdas, dan Berakhlakul Karim.”
Sebanyak 7 gugus SD masing-masing mengirimkan 16 peserta. Sementara di tingkat SMP, ada 8 sekolah yang turut ambil bagian dengan 18 peserta dari tiap sekolah. Total terdapat 8 cabang lomba untuk jenjang SD dan 9 cabang untuk jenjang SMP.
Para juara terbaik akan dipersiapkan untuk mewakili Kapanewon Wonosari pada MTQ Pelajar tingkat Kabupaten Gunungkidul.
"Kami berharap MTQ ini tidak berhenti sebagai ajang lomba, tetapi mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat dan berakhlak mulia,” kata Suhartat (ndg)
| Nomor Kanal Aduan WhatsApp Disparekrafpora Gunungkidul, Wisatawan Bisa Laporkan soal Layanan Wisata |
|
|---|
| Hanya Sisakan 24 Amplop, Pencuri di Gunungkidul "Kuras" Kotak Sumbangan Pengantin Saat Subuh |
|
|---|
| Pemkab Kulon Progo Kirimkan 24 Kafilah ke MTQ Tingkat DIY 2026 |
|
|---|
| Sleman Bersiap Jadi Tuan Rumah MTQ DIY 2026, Usung Target Tri Sukses |
|
|---|
| Sultan Minta Pemkab Gunungkidul Kembangkan Kawasan Utara dan Timur, Jangan Fokus di Pesisir Selatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Alquran2.jpg)