Menjaga Sleman Sebagai Sentra Salak
Luas lahan dan produksi salak yang sentranya tersebar di seputar lereng Gunung Merapi di Kabupaten Sleman kian menurun
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
"Madu ini sebagai varietas baru, saya minta agar bibitnya ditahan untuk Sleman saja. Tidak menjual bibit ke luar daerah, sehingga jika ingin mencari salak madu silakan datang ke Kabupaten Sleman," ujar dia.
Baca juga: Peringati HUT Ke-74 Kulon Progo, DPRD Soroti Terbaliknya Hubungan Masyarakat dan Pemerintah
Pasar Ekspor
Salak, sebagai komoditas unggulan asal Sleman kini menambah pasar ekspor untuk menyelematkan harga, ketika harga pasaran lokal sedang jatuh.
Pasar ekspor yang mulai dilakukan sejak 2017 ini, dilakukan oleh para petani yang tergabung dalam Paguyuban Petani Salak Mitra Turindo.
Ketua Paguyuban, Suroto mengungkapkan ekspor merupakan jalan untuk membela petani Salak di Sleman. Sebab harga pasaran lokal di bulan panen raya anjlok hanya Rp 2 ribu per kilogram. Padahal harga pokok produksi (HPP) Salak perkilogramnya Rp 4 ribu.
Jika Salak dijual pasar lokal sudah pasti petani merugi. Namun ketika di ekspor harganya jauh lebih tinggi. Penetapan standar harganya juga lebih menguntungkan.
"Kalau ekspor standar harga paling murah adalah HPP + Rp 3 ribu (per kilogram). Ketika tidak panen raya seperti bulan September, maka harganya bisa HPP + Rp 8 ribu,"ujar dia.
Menurut Suroto, Paguyuban Mitra Turindo beranggotakan lebih dari 300 petani Salak yang berada di seputar lereng Merapi.
Masing-masing petani mitra telah dibekali ketrampilan budidaya dan mempunyai nomer registrasi kebun sebagai standar budidaya.
Hasil dari panen dikumpulkan dan dipilah lalu di ekspor ke negara Kamboja hingga Tiongkok. Ekspor dilakukan hampir dua hari sekali.
"Sekali kirim, kalau pakai pesawat sekitar 5-6 ton salak. Kalau menggunakan kapal bisa 10-15 ton. Prosentase, kebanyakan menggunakan pesawat. Kalau dihitung 70 persen kita menggunakan pesawat. Jenisnya salak pondoh dengan tujuan ada di Tiongkok dan juga Kamboja," ujar dia.(*)
| Ratusan Ton Salak Pondoh Tembus Pasar China, Balai Karantina DIY Jemput Bola Jamin Bebas Lalat Buah |
|
|---|
| BREAKING NEWS : 90 Murid Tiga Sekolah di Sleman Diduga Keracunan Menu MBG, 7 Dirujuk ke RSUD |
|
|---|
| Tanaman Salak Madu Kian Diminati Petani Sleman, Populasi Kian Meningkat |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Seorang Pemancing Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Gajah Ulo |
|
|---|
| MISTERI Kasus Mutilasi di Sleman Akan Segera Terkuak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/salak-madu_20151226_175952.jpg)