Dukung Gerakan Pangan Murah, Pemkab Gunungkidul Terima 25 Handtraktor dari Kementerian Pertanian 

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis dalam acara Penyerahan Bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan).

Tayang:
Dok.Istimewa
BANTUAN - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X saat melihat bantuan alsintan dari pemerintah pusat di Gunungkidul, Jumat (26/9/2025) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menerima bantuan 25 unit handtraktor dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis dalam acara Penyerahan Bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan).

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan keterjangkauan harga bagi konsumen.

Menurutnya, meskipun pendapatan petani meningkat dalam dua bulan terakhir sebesar 1,57 persen, harga beras juga turut naik. 

“Itu menurut pendapat Saya bukan masalah mahal murahnya, tapi bagaimana stabilitas itu bisa kita penuhi sehingga harga itu, konsumen itu mampu, tapi di satu pihak juga petani juga pendapatannya naik,” katanya dalam keterangannya, Minggu (27/9/2025)

Sri Sultan juga menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan kualitas pangan, terutama dalam layanan katering anak.

Ia mencontohkan kasus katering yang dipaksakan untuk menambah porsi tanpa memperhatikan kapasitas produksi, yang menurutnya bisa berdampak pada kualitas makanan. 

“Kalau katering dilihat kapasitas berapa dia setiap hari membuat paket. Ya kalau paketnya itu hanya 50 porsi disuruh 100 porsi, nggak bisa. Masaknya mungkin jam 3 atau setengah 2 malam, dimakan selain jam 10 mesti keracunan. Itu sudah logika, khususnya sayur,” ujarnya.

Baca juga: Kronologi Kasus Dugaan Monopoli BBM oleh Oknum Polairud di Pantai Sadeng Gunungkidul

Sementara itu, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional, Maino Dwi Hartono, menjelaskan bahwa GPM merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi sekaligus menjaga ketersediaan pasokan pangan di daerah.

Ia menyebutkan, sepanjang tahun 2025, GPM telah dilaksanakan sebanyak 8.977 kali secara nasional, termasuk 63 kali di wilayah DIY.

“Kalau kita lihat catatan nasional, penyumbang inflasi terutama adalah bawang merah, beras, dan ikan. Sementara DIY, catatan BPS adalah tomat, cabai rawit, dan telur,” jelasnya.

Maino juga mengungkapkan bahwa penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) hingga kini masih tergolong rendah.

Dari target nasional 1,3 juta ton untuk periode Juli hingga Desember 2025, realisasi baru mencapai 15,5 persen atau sekitar 233 ribu ton.

Di DIY sendiri, dari target 61.400 ton, baru terealisasi sekitar 12.700 ton atau 20 persen.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved