USD Dampingi KWT Godhong Ijo Terapkan IoT demi Pertanian Digital
Penerapan teknologi ini tak lepas dari hasil program pengabdian masyarakat Universitas Sanata Dharma (USD)
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kelompok Wanita Tani (KWT) Godhong Ijo di Padukuhan Ngunut Lor, Kelurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, mulai menerapkan teknologi Internet of Things (IoT) dalam aktivitas pertanian mereka.
Penerapan teknologi ini tak lepas dari hasil program pengabdian masyarakat Universitas Sanata Dharma (USD) yang meraih Hibah Program Kemitraan Masyarakat (PkM) dari DPPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada tahun 2025.
Tim pengabdi yang terdiri dari Gabriel Anto Listianto, Damar Widjaja, dan Eko Hari Parmadi, fokus membantu dan memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi KWT Godhong Ijo melalui pengadaan teknologi dan pendampingan usaha.
“Kami melihat ada tiga permasalahan utama, yakni rendahnya produksi pertanian, belum adanya pencatatan dan pelaporan keuangan yang baik, serta pasar yang masih terbatas di lingkup lokal. Program ini hadir untuk menjawab persoalan itu,” ujar Gabriel Anto Listianto, salah satu tim pengabdi, Rabu (24/9/2025).
Melalui program ini, KWT Godhong Ijo mendapatkan pendampingan dalam menginstalasi maupun mengoperasikan perangkat IoT di lahan pertanian mereka. Teknologi tersebut dilengkapi sensor yang dapat mengatur kebutuhan air tanaman secara otomatis.
“Dengan sistem ini, petani bisa lebih hemat air, hemat tenaga, dan hemat waktu,” imbuh Gabriel.
Selain instalasi IoT, para anggota KWT juga dibekali pelatihan pencatatan usaha berbasis teknologi informasi.
Mereka dilatih menyusun laporan keuangan sederhana serta memanfaatkan platform digital untuk promosi produk secara online.
Langkah ini diharapkan dapat membuka akses pasar yang lebih luas, tidak hanya terbatas di wilayah lokal.
Ketua KWT Godhong Ijo, Anis Noviantari, menyampaikan apresiasi atas program tersebut. Menurutnya, kehadiran teknologi IoT memberikan kemudahan dalam mengolah lahan.
“Melalui penerapan teknologi IoT ini, kami sangat terbantu dalam mengolah lahan pertanian. Kebutuhan air bisa dikontrol sensor, pekerjaan lebih ringan, dan hasil panen bisa lebih baik,” kata Anis Noviantari.
KWT Godhong Ijo sendiri baru berdiri pada 11 Oktober 2024 dengan jumlah anggota sebanyak 20 ibu rumah tangga.
Meski masih terbilang muda, kelompok ini menunjukkan semangat untuk berkembang.
“Kami ingin membuktikan bahwa bertani bisa modern, sehingga anak-anak muda juga mau turun ke dunia pertanian,” tambah Anis.
Dengan adanya pendampingan ini, KWT Godhong Ijo diharapkan tidak hanya berdaya secara ekonomi tetapi juga mampu menjaga ketahanan pangan, khususnya sayuran, di wilayah Gunungkidul.
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa ini menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi jembatan bagi pertanian masa depan yang lebih efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan. (Ard)
| Touring Bergerak Bersama JNE 2026: Menyantuni Warga Panti, Menyusuri Sejarah Kopi Gunungkidul |
|
|---|
| Kronologi Sopir Bus Pariwisata Meninggal Dunia Saat Membawa Wisatawan di Pantai Slili Gunungkidul |
|
|---|
| Ada 9.755 ODGJ Berat di DI Yogyakarta, Sebagian Pasien Anak |
|
|---|
| Imbas Dexlite Meroket, Bus Sekolah Gunungkidul Tak Lagi Layani Jemputan Pulang |
|
|---|
| Pemkab Bantul dan DPR RI Dorong Peningkatan Peran 700 KWT |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/USD-Dampingi-KWT-Godhong-Ijo-Terapkan-IoT-demi-Pertanian-Digital.jpg)