Ngopi, Gowes, dan Solidaritas: Kisah Komunitas Onthelis Djadoel Jogjakarta
Ratusan orang telah berbagi hobi onthelis melalui KODJA. Kebanyakan dari mereka merupakan laki-laki maupun perempuan di usia pensiunan
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
Keberhasilan menjaga orisinalitas sepeda onthel, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya. Sebagian orang bahkan berani membayar mahal untuk komponen asli dari merek yang sama.
“Untuk sebuah skrup asli, bahkan bisa dihargai hingga Rp50 ribu,” tuturnya sambil tertawa.
Selain soal onderdil, Pram sebagai pengurus KODJA menceritakan kisah menarik yang dialami seorang anggota komunitas itu.
“Ada teman yang sakit saraf kepalanya hingga sulit jongkok. Setelah ikut komunitas ini dia merasa bahagia terus, lalu jadi membaik,” kata Pram.
Menurut Pram, solidaritas dan cerita semacam itulah yang membuat jumlah anggota KODJA terus bertambah bahkan memiliki loyalitas yang tinggi. Bersepeda bersama terbukti meningkatkan kebahagiaan dan kesehatan.
Baik Oyok dan Pram, sama-sama berharap, keberadaan KODJA dapat menjadi motivasi bagi masyarakat luas untuk kembali menjadikan sepeda sebagai moda transportasi bepergian.
Mereka juga berpesan agar pemerintah dapat menambah pembangunan infrastruktur seperti jalur khusus sepeda. “Harapannya, Yogyakarta dapat kembali menjadi kota sepeda,” tutup Pram. (MG Sofia Natalia Zebua)
| 15 Tahun Ikut Merawat Jogja Istimewa |
|
|---|
| Review Kamar di ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta: Perpaduan Kenyamanan, Seni, dan Kemewahan |
|
|---|
| Wakil Ketua DPRD Bantul Imbau Warga Tetap Tenang, Jangan Panic Buying BBM di Tengah Isu Kenaikan |
|
|---|
| Kisah Samsudin dan Tukul, Pasutri di Bantul yang Masih Eksis Produksi Tape Singkong Sejak 1980 |
|
|---|
| Daftar Rekor Mohamed Salah di Liverpool, 7 Fakta usai Pamit dari Anfield |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Komunitas-Onthelis-Djadoel-Jogjakarta-KODJA-1.jpg)