Ini Dia Inovasi Mahasiswa KKN Persampahan Universitas Ahmad Dahlan

Mahasiswa KKN Persampahan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) - 99 Unit II.C.I berhasil memperkenalkan inovasi sederhana.

Editor: ribut raharjo
Istimewa
Mahasiswa KKN Persampahan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) - 99 Unit II.C.I berhasil memperkenalkan inovasi sederhana namun signifikan di Kampung Prawirotaman RW 09. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mahasiswa KKN Persampahan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) - 99 Unit II.C.I berhasil memperkenalkan inovasi sederhana namun signifikan di Kampung Prawirotaman RW 09. 

Dalam upaya pengabdian masyarakat, tim KKN Unit II.C.I bekerja sama dengan Jogja Life Cycle untuk membuat papan jalan yang dibuat dari limbah anorganik, khususnya menggunakan tutup botol plastik. 

Papan jalan ini ditempatkan secara strategis di berbagai lokasi yang tersebar di RW 09, mulai dari RT 33 hingga RT 37, dengan tujuan meningkatkan orientasi dan mobilitas bagi penduduk setempat, termasuk
mereka yang menggunakan layanan pengiriman online untuk barang dan produk.

Pembuatan papan jalan dilakukan dengan proses daur ulang yang melibatkan pengumpulan tutup botol plastik, diikuti dengan penghitungan dan peleburan, yang memungkinkannya untuk dipadatkan dan dibentuk kembali menjadi papan jalan yang tahan lama. 

Fase produksi ini memakan waktu sekitar tiga hingga empat hari, yang berpuncak pada pemasangan papan
pada 5 September 2025. 

Selain melayani tujuan praktis, inisiatif ini juga bertujuan untuk mendidik dan menginspirasi anggota masyarakat untuk mulai memproses ulang limbah anorganik menjadi komoditas berharga.


Proyek ini merupakan hasil kolaborasi KKN Persampahan UAD 99 Unit II C.I dan Jogja Life Cycle yang merupakan inisiatif daur ulang yang berasal dari penelitian pengolahan limbah masker (DUMASK ID) yang dilakukan pada tahun 2021 di Laboratorium RINDU (Rumah Inovasi Daur Ulang) PIAT UGM. 

Ilham Zulfa Pradipta, CEO Jogja Life Cycle, yang berperan sebagai asisten dosen dalam penelitian pernah melakukan riset mandiri untuk mengembangkan material keras berbasis sampah plastik. Setelah serangkaian uji dan pengembangan produk, Jogja Life Cycle resmi berdiri pada Januari 2023. 

Visi Jogja Life Cycle adalah mengubah sampah menjadi material bernilai melalui metode “waste to
material” serta membangun ekonomi sirkular di lingkungan sekitar.

Pengenalan rambu jalan ini diharapkan akan sangat bermanfaat bagi penduduk Kampung Prawirotaman RW 09; awalnya, ini akan membantu navigasi dan meningkatkan mobilitas warga bersamaan dengan efisiensi layanan pengiriman berbasis aplikasi; selanjutnya, ini akan mendorong kesadaran dan keterlibatan masyarakat yang lebih besar dalam inisiatif pengelolaan sampah dan penerapan ekonomi pada skala lokal; dan akhirnya, akan berfungsi sebagai contoh motivasi bagi desa atau RT lain untuk merangkul pendekatan serupa sebagai solusi yang efektif dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah organik. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved