Walau Nol Kasus Rabies, Warga Gunungkidul Diminta Tetap Waspada
Selain itu, program vaksinasi rabies juga digencarkan untuk memastikan hewan peliharaan tetap terlindungi.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Gunungkidul memastikan hingga September 2025 tidak ada temuan kasus rabies di wilayah ini. Kondisi ini menegaskan bahwa Gunungkidul masih dalam status bebas rabies.
Kepala DPKH Gunungkidul Wibawanti Wulandari menjelaskan, pihaknya secara rutin melakukan pemantauan kesehatan hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing, dan kera.
Selain itu, program vaksinasi rabies juga digencarkan untuk memastikan hewan peliharaan tetap terlindungi.
“Gunungkidul sampai saat ini masih bebas rabies. Kami tetap melakukan pemantauan sekaligus memberikan vaksinasi agar hewan penular rabies tidak menjadi ancaman,” ujarnya, pada Jumat (5/9/2025).
Selain vaksinasi, DPKH juga melakukan sosialisasi ke berbagai kalangan masyarakat, mulai dari sekolah, kelompok ternak, hingga komunitas pecinta hewan.
"Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran tentang bahaya rabies serta langkah pencegahannya," tuturnya.
Dia menambahkan upaya lain yang ditempuh juga dilakukan lewat pengawasan terhadap lalu lintas hewan penular rabies.
Pihaknya bekerja sama dengan instansi terkait untuk memperketat masuknya hewan dari luar daerah, sehingga risiko penularan rabies dari wilayah yang belum bebas dapat diminimalisasi.
DPKH mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Warga yang memelihara hewan penular rabies diminta segera melaporkan jika hewan menunjukkan gejala tidak normal, serta memastikan rutin membawa hewan peliharaan ke layanan kesehatan hewan terdekat.
"Menjaga kondisi bebas rabies merupakan tanggung jawab bersama. Peran aktif masyarakat menjadi kunci, selain upaya pengendalian dan pencegahan yang dilakukan pemerintah daerah," pungkasnya (ndg)
| Telkomsel Tegaskan Komitmen Percepat Transformasi Digital Indonesia di Usia ke-31 |
|
|---|
| Info Prospek Cuaca DIY Jumat 12 Juni 2026 Menurut BMKG: Potensi Hujan Ringan dan Gelombang Tinggi |
|
|---|
| Air Mata Syukur dan Duka Menyambut Kepulangan Jemaah Haji Khusus Hasuna di Yogyakarta |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca BMKG DIY Senin 8 Juni 2026: Jogja, Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo Berawan |
|
|---|
| Moto3: Long Lap Penalty Hambat Pembalap Gunungkidul Veda Ega Pratama, Finis Ke-16 di GP Hungaria |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Peternakan-dan-Kesehatan-Hewan-Gunungkidul-Wibawanti-Wulandari.jpg)