Ratusan Guru PAUD di Gunungkidul Terima Laptop dan Permainan Edukatif

186 satuan PAUD di Kabupaten Gunungkidul menerima bantuan perlengkapan pembelajaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
BANTUAN: Penyerahan bantuan laptop dan alat permainan edukatif secara simbolis kepada PAUD di Gunungkidul, Senin (1/9/2025) 

Laporan Reporter Tribun Jogja Nanda Sagita Ginting 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Sebanyak 186 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Gunungkidul menerima bantuan perlengkapan pembelajaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2025. 

Dalam kesempatan itu, juga diserahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 33 ASN. Penerima terdiri dari 14 orang dengan masa kerja 30 tahun, 2 orang dengan masa kerja 20 tahun, dan 17 orang dengan masa kerja 10 tahun.

Adapun, Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih di Wonosari, Senin (1/9/2025).

Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, menjelaskan alokasi bantuan PAUD tahun ini mencapai Rp9 miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi 186 TK yang terdiri dari 4 TK Negeri dan 182 TK Swasta yang dikelola berbagai yayasan, antara lain Aisyiyah, Masyithoh, PKK, Pertiwi, Podomoro, hingga Theresia.

“Bantuan diberikan dalam tiga bentuk, yaitu Alat Permainan Edukatif (APE), laptop, dan buku koleksi perpustakaan. Untuk pengadaan laptop sudah selesai, sementara APE dan buku masih dalam proses,” ujar Nunuk, Senin (1/9/2025).

Ia menambahkan, laptop yang diserahkan tidak hanya dimanfaatkan untuk administrasi, tetapi juga mendukung proses pembelajaran.

 “Laptop dapat membantu guru menyiapkan bahan ajar, mengakses referensi daring, hingga menyusun laporan berbasis aplikasi. Harapannya, layanan pembelajaran di PAUD semakin berkualitas dan mengikuti perkembangan teknologi,” kata Nunuk.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menambahkan pentingnya PAUD sebagai fondasi pembangunan bangsa.

“Pendidikan Anak Usia Dini adalah fondasi peradaban. Melalui guru PAUD, kita menitipkan karakter, budi pekerti, dan tata krama anak-anak kita. Pada fase awal ini, anak-anak belajar dan bermain dengan metode atraktif yang mendorong kreativitas serta potensi diri,” kata Endah.

Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan sekadar perlengkapan, melainkan investasi jangka panjang. 

“Alat permainan edukatif akan merangsang kreativitas anak, sementara laptop mendukung guru dalam pembelajaran sesuai tuntutan zaman dan administrasi berbasis aplikasi,” tambahnya.

Endah juga memberikan pesan kepada para ASN penerima Satyalancana agar terus menjaga integritas dan meningkatkan kinerja.

“Melayani rakyat adalah ibadah yang mulia. Mari kita tingkatkan inovasi dan kolaborasi demi kesejahteraan masyarakat Gunungkidul,” ujarnya (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved