Aksi Unjuk Rasa di Bundaran UGM

Ribuan Mahasiswa Lesehan Gelar Aksi Damai di Bundaran UGM

Mereka tampak menyemut dan memadati area utara Bundaran UGM sekitar pukul 12.32 WIB. 

|
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Dewi Rukmini
AKSI DAMAI - Ribuan mahasiswa gelar aksi damai di Bunderan UGM Yogyakarta, Senin (1/9/2025). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ratusan hingga ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi damai di Bundaran Universitas Gajah Mada (UGM), Senin (1/9/2025).

Mereka tampak menyemut dan memadati area utara Bundaran UGM sekitar pukul 12.32 WIB. 

Meski matahari bersinar terik, namun gelombang aksi tak gentar berkumpul di Bundaran UGM.

Masa aksi yang didominasi anak muda itu bahkan terlihat duduk lesehan di jalan aspal.

Ada mahasiswa yang menggunakan payung, akan tetapi sebagian besar tetap bertahan di bawah terik matahari. 

Tampak di antara ribuan massa mahasiswa itu ada sebuah karangan bunga bertuliskan 'Turut Berduka Cita Atas Matinya Demokrasi 1312'. 

Salah satu orator menatakan bahwa aksi demonstrasi mahasiswa itu digelar sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan saat ini yang dinilai legitimasinya sangat rendah, sehingga tidak ada lagi hal yang mungkin bisa diharapkan. 

"Sehingga kita kumpul di sini menyampaikan aspirasi konstitusional kita. Aspirasi konstitusional tidak boleh menjadi alasan dihalangi, dibunuh, ditabrak, maupun dipukuli," seru seorang orator. 

Dia pun meneriakkan ajakan harus ada perbaikan di Republik Indonesia.

Menurutnya perbaikan itu jadi satu hal mutlak dan harus berhenti berpura-pura bahwa tidak ada sesuatu di Republik Indonesia.

Ia pun sempat menyinggung pidato Presiden Prabowo Subianto yang sering membahas terkait ancaman tindakan makar dan terorisme. 

"Pidato itu seolah-olah tidak tahu aspirasi konstitusional masyarakat Indonesia. Saya katakan bahwa ini ruang perlawanan kita, hak konstitusional kita ketika sekian lama keadilan sosial dirusak politisi dan para elit yang tidak punya rasa malu sedikitpun," katanya.

"Republik kita, maka kitalah yang memperjuangkan untuk menyelesaikan elit-elit busuk itu," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved