Arti Gendhing Raja Manggala yang Diputar Saat Sri Sultan Temui Massa di Mapolda DIY
Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X turun menemui massa yang melakukan aksi unjukrasa di Mapolda DIY
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Hari Susmayanti
"Dalam kesempatan pagi hari ini saya saya Hamengku Buwono X menyampaikan dalam kesempatan ini, saya menghargai apa yang anda semua lakukan. Apa yang anda semua lakukan itu salah satu dari keinginan kita bersama untuk tumbuhnya demokrasi. Saya pun sepakat dengan itu," kata Sri Sultan.
"Saya pun berharap demokratisasi dilakukan dengan baik untuk mendidik kita semua termasuk diri saya pun juga. Karena apa? Di Jogjakarta ini tidak ada kebiasaan terjadi kekerasan-kekerasan didalam membangun demokrasi," sambungnya.
Sri Sultan juga menawarkan bantuan kepada massa aksi untuk bersama-sama menyampaikan aspirasi atas kondisi demokrasi tanah air saat ini.
"Kalau tenaga, pikiran saya dibutuhkan silakan, tapi saya harus dapat suratya untuk diskusi ke pemerinrah pusat. Tapi kalau datang ke kantor saya menyerahkan surat dua tiga orang saja jangan semuanya," ungkap Sri Sultan.
Sementara itu Koordinator Humas Pemda DIY Ditya Nanaryo Aji mengatakan, Gendhing Raja Manggala biasanya diputar di Keraton Yogyakarta saat Ngarsa Dalem miyos atau keluar di sebuah acara.
Gendhing Raja Manggala juga memiliki arti bahwa kedatangan Sultan HB X ke Polda DIY bukan sebagai Gubernur DIY tetapi sebagai raja Keraton Yogyakarta.
"Gendhing Raja Manggala menandakan Ngarsa Dalem itu miyos. Sebagai penanda Ngarsa Dalem sebagai Raja Keraton Yogyakarta," kata dia saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (30/8/2025).
Dikutip dari laman Kratonjogja.id Gendhing Raja Manggala mengiringi saat Sri Sultan pada saat miyos.
‘Raja Manggala’ berarti pemimpin atau raja utama.
Gendhing ini mengalun ketika Sri Sultan miyos untuk menerima tamu kerajaan. (*)
| Prabowo dan Sri Sultan HB X Salurkan 17 Sapi Kurban, Berkah Idul Adha untuk Peternak Lokal DIY |
|
|---|
| Kabar Baik bagi PSIM Yogyakarta, Sultan Beri Sinyal Kuat Mandala Krida Bisa Digunakan Laskar Mataram |
|
|---|
| Tim Gegana Turun Tangan, Teror Api di Rumah Warga Seyegan Diduga Akibat Kebocoran Gas Septic Tank |
|
|---|
| Saksikan Final FIP Bronze 2026, Gubernur DIY Dorong Padel Jadi Sport Tourism Baru di Yogyakarta |
|
|---|
| Sri Sultan HB X Hadiri Grand Final FIP Bronze Yogyakarta 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sultan-temui-massa-aksi-di-Mapolda-diy-2.jpg)