Presiden Prabowo Bentuk PT DSI, Purbaya: Devisa Pulang, Rupiah Bakal Menguat

Praktik manipulasi harga dan manipulasi transfer yang menggerogoti penerimaan negara dari sektor ekspor komoditas akan segera dihentikan

Tayang:
Tribun Jogja/R.Hanif Suryo Nugroho
SOAL RUPIAH - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Jogja Financial Festival 2026, Jumat (22/5/2026). Purbaya optimistis rupiah akan meroket hingga level Rp15.000 per dolar AS mulai Juni 2026. Praktik manipulasi harga (under-invoicing) dan manipulasi transfer (transfer pricing) yang selama ini menggerogoti penerimaan negara dari sektor ekspor komoditas akan segera dihentikan. 

"Dengan approach seperti itu, yang tadi under-invoicing segala macam sudah hilang. Untuk saya (Kemenkeu), saya untung. Income bisa naik dua kali lipat, mungkin lebih. Karena dari income tax (pajak penghasilan) dan export tax (pajak ekspor) kita untung. Dan yang paling penting adalah barang kita tidak diselundupkan dan devisanya kembali ke tanah air untuk membangun ekonomi kita," lanjutnya.

Pengawasan Berbasis AI dan Tata Kelola Badan

Untuk menutup celah manipulasi data sebelum PT DSI beroperasi penuh, Kemenkeu telah mengerahkan Lembaga National Single Window (LNSW) yang dibekali teknologi Kecerdasan Buatan (AI) mutakhir.

Melalui teknologi ini, pemerintah dapat melacak secara akurat harga dan data komoditas saat tiba di negara tujuan akhir, seperti Amerika Serikat maupun India.

Terkait kekhawatiran tata kelola (governance) pada badan tunggal tersebut, Purbaya menegaskan pengawasan akan dilakukan dengan ketat dan melibatkan perwakilan lintas kementerian untuk mencegah potensi moral hazard.

"Pengawasannya gampang, Pak. Kita awasin saja badan tersebut atau direksinya. Kalau dia tiba-tiba kaya, kita pecat. Itu saja, Pak. Berarti dia terima duit. Kan sekarang jalurnya sudah satu pintu, jadi jauh lebih mudah dideteksi," pungkas Purbaya.

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved