Puluhan Warga Plumutan Bantul Geruduk dan Blokade Jalan Utama Tempat Peternakan Babi

Keberadaan kandang dan ternak babi itu dinilai menimbulkan sejumlah dampak negatif, termasuk polusi udara.

Tayang:
TIBUNJOGJA.COM / Neti Istimewa Rukmana
PROTES - Sejumlah warga di Padukuhan Plumutan, Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, menggeruduk tempat peternak babi di wilayah setempat, Selasa (15/4/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Puluhan warga Padukuhan Plumutan, Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, menggeruduk dan melakukan penutupan atau blokade akses jalan utama tempat peternak babi di wilayah setempat, Selasa (15/4/2025).

Sigit Afrianto, warga setempat, mengaku sudah berulang kali warga setempat mengeluhkan adanya kandang dan ternak babi milik Yohanes Nindarto, warga setempat.

Di mana, keberadaan kandang dan ternak babi itu dinilai menimbulkan sejumlah dampak negatif, termasuk polusi udara.

"Pemilik peternakan itu sudah jelas-jelas merugikan warga Plumutan, kususnya di RT 5, dengan bau yang tidak sedap yang ditimbulkan oleh peternakan babi," katanya saat melakukan orasi di rumah peternak babi, Yohanes Nindarto, Selasa (15/4/2025) siang.

Pihaknya berharap kepada Nindarto agar dapat memahami apa yang dirasakan oleh warga setempat.

Apalagi, hidup di desa dan berdampingan dengan warga, setidaknya harus saling mengedepankan roso teposeliro, empati, dan mawas diri.

Dikatakannya, secara umum, di mana pun tempat peternakan berada, pasti jauh dari pemukiman.

Namun, lain halnya dengan peternakan babi milik Nindarto yang dinilai berada di tengah tengah pemukiman masyarakat, sehingga menimbulkan dampak lingkungan.

"Kami, warga masih santun, masih taat hukum, koorporatif, tidak melakukan aksi anarkis yang melanggar hukum terhadap pemilik peternakan," jelas dia.

Baca juga: Polemik Peternakan Babi di Plumutan Bantul, Ini Kata Pak Dukuh

Afrianto melanjutkan bahwa warga setempat sebenarnya tidak melarang Nindarto berusaha ternak babi, tetapi warga tidak menginginkan peternakan babi itu berada di permukiman tersebut. 

Pihaknya pun menyarankan agar yang bersangkutan segera membuat tempat peternakan babi yang jauh dari permukiman tersebut.

Ia turut menyarankan kepada Nindarto untuk menyewa lahan di tempat lain, sebagai alternatif lokasi tempat peternakan babi baru.

"Silakan buat peternakan yang jauh dari permukiman warga Plumutan. Anda bisa menyewa lahan di tempat lain agar warga tidak terdampak. Itu adalah keadilan bagi semua," ujar dia.

Dukuh Plumutan, Cahyo Rahmat Romadlon, berujar, sebenarnya pihaknya sudah mengadu permasalahan tersebut kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul sejak tahun 2023, dengan harapan agar segera mendapatkan solusi.

"Intinya, warga kami cuma sambat, terkendala karena bau peternakan babi itu. Kami minta solusi, karena permasalahan ini sudah kami tempuh sejak tingkat bawah yakni dari tingkat RT dan tokoh masyarakat. Dari situ belum ditemukan titik terang, maka sampai ke Pemkab Bantul," urainya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved