Cerita Perantau di Bantul Nggak Bisa Mudik Gara-gara Harga Tiket dan Waktu Kerja
Selain soal harga tiket, waktu izin kerja yang terbatas juga menjadi tolak ukur Intan untuk melakukan mudik lebaran Idulfitri.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sejumlah pendatang atau perantau di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, mengaku tidak bisa mudik atau pulang ke kampung halaman dikarenakan berbagai faktor.
Intan Ndari (34), warga Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, yang bekerja dan tinggal di Kabupaten Bantul, mengaku, tahun ini harus puasa mudik.
"Bangka Belitung itu kan ada di Pulau Sumatera. Nah, harga tiketnya itu mahal dan kalau pulang pergi itu butuh uang banyak untuk bayar tiket," paparnya.
Lanjutnya, harga tiket pulang pergi tersebut disebut lebih dari upah minimum kabupaten (UMK) Bantul.
Selain soal harga tiket, waktu izin kerja yang terbatas juga menjadi tolak ukur Intan untuk melakukan mudik lebaran Idulfitri.
Senada, Irawan (29), warga Palembang, Sumatera Selatan, yang tinggal dan kerja di perusahaan swasta di Kabupaten Bantul juga terpaksa tidak mudik.
"Ya terpaksa tahun ini enggak mudik dulu lah ya. Karena saya ada penugasan pantauan mudik," tuturnya.
(nei)
| Demi Keamanan Lingkungan, Pemkab Bantul Bakal Pantau SPPG untuk Cek Izin PBG dan IPAL |
|
|---|
| Diduga Keracunan MBG, Belasan Siswa SD di Bantul Dilarikan ke Puskesmas |
|
|---|
| Jelang Iduladha 2026, Pemkab Bantul Pastikan Stok Hewan Kurban Aman dan Mencukupi |
|
|---|
| Cerita Perenang Asal Bantul Pecahkan Rekornas dan Lampaui Rekor SEA Games di Kejurnas Akuatik 2026 |
|
|---|
| Cegah Kekerasan, Pemkab Bantul Segera Terbitkan Aturan Pengelolaan TPA |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-mudik_20170616_170725.jpg)