Pesan Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Mengawali Tahun 2025
Haedar berpesan bagi para warga dan elite bangsa dalam berbangsa dan bernegara mari tahun baru diawali dengan jejak positif
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan banyak warga masyarakat menantikan tahun baru dengan semangat kegembiraan tinggi.
“Ketika hari yang dinantikan itu tiba tidak sedikit yang euforia, seakan menemukan sesuatu yang membahagiakan. Hingga batas tertentu hal itu manusiawi karena manusia memiliki sifat dasar suka kesenangan yang bersifat inderawi atau duniawi,”ungkap Haedar.
Tapi sebagai bahan refleksi, lanjut Haedar, penting kiranya bertanya pada diri sendiri.
Untuk apa menyambut tahun baru dengan euforia? Lebih-lebih disertai pestapora hingga ada yang berlebihan. Bukankah datangnya tahun baru dan lepasnya tahun lama sejatinya usia setiap orang berkurang satu tahun. Lalu, bagi orang beriman, apa bekal hidup kita di Hari Akhir pasca kehidupan di dunia?
“Tuhan bersumpah demi waktu dalam "Al-Ashr". Manusia akan merugi kecuali mereka yang beriman dan beramal shaleh, serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran (QS Al-Ashr: 1-3),”kutip Haedar.
Nabi pun bersabda yang artinya tiga perkara yang akan menyertai manusia hidup di Hari Akhir setelah kematian. Pertama amal jariyah atau amal shaleh, kedua anak shaleh yang mendoakan orangtuanya, ketiga ilmu yang dimanfaatkan.
“Karenanya, sangat bijaksana jika kehadiran tahun baru disambut dengan kesadaran diri yang utama untuk memperbaiki langkah yang salah atau keliru di tahun lalu dan berbuat yang baik dan lebih baik di tahun depan dalam segala hal. Jika ada jejak tercecer di belakang lebih baik diganti dengan jejak kebajikan ketika memulai awal tahun baru. Kegembiraan cukup sekadarnya dan diganti kebermaknaan,”ungkap Haedar.
Baca juga: Menko PMK Sebut Perayaan Tahun Baru di Indonesia Kondusif
Haedar juga berpesan bagi para warga dan elite bangsa dalam berbangsa dan bernegara mari tahun baru diawali dengan jejak positif seraya meninggalkan jejak negatif. Seperti pesan Presiden Prabowo dalam Perayaan Natal, agar mereka yang salah seperti para koruptor, melakukan pertobatan.
“Pesan penting tersebut mengandung makna mendalam, tinggalkan hal-hal buruk dan salah, serta lakukan jejak baru yang benar dan baik dalam kehidupan kebangsaan. Korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, kerakusan, kekerasan, ketidakadilan, serta segala ketidakbenaran dan ketidakbaikan dalam perikehidupan kebangsaan mesti ditanggalkan dan diucapkan selamat tinggal,”tegas Haedar.
Terakhir, Haedar mengajak untuk mengedepankan kejujuran, keterpercayaan, kerja keras, kemandirian, kebersamaan, keluhuran moral, dan keberadaban dalam mengawali tahun baru.
“Bagi kaum muda serta Generasi Milenial dan Gen Z utamakan kepercayaan pada diri sendiri, kegigihan, dan etos kemajuan seraya jauhi hidup serba menerabas dan instan. Masa depan tergantung pada jejak masa kini dan awal tahun baru 2025 adalah langkah angkatan pertama (the first time) memulai hidup dengan etos kemajuan meraih keberhasilan yang bermakna!,”pungkas Haedar. (hda)
| Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir: Idulfitri Momentum Berbagi dan Bangun Persaudaraan Melintas |
|
|---|
| Muhammadiyah Dorong Penyatuan Kalender Hijriah Global demi Peradaban Islam |
|
|---|
| Muhammadiyah Tetapkan Lebaran Jumat 20 Maret 2026, Haedar Nashir: Saling Menghargai Jika Berbeda |
|
|---|
| UAJY Meriahkan Imlek 2026 dengan Pertunjukan Barongsai |
|
|---|
| Shio-shio Hoki yang Diramalkan Bakal Beruntung di Akhir Tahun Kuda Api 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ketum-PP-Muhammadiyah-Prof-Haedar-Nashir-18112024.jpg)