Muhammadiyah Dorong Penyatuan Kalender Hijriah Global demi Peradaban Islam

Haedar menegaskan bahwa perbedaan penentuan waktu ibadah di tingkat global perlu segera diatasi melalui kesepakatan tunggal.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Hanif Suryo
HARMONISASI: Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir memberikan keterangan pers terkait harmonisasi perayaan Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi di Bali serta tantangan pembangunan kualitas umat di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Senin (16/3/2026). Selain mengapresiasi toleransi lintas iman di Bali, Haedar menegaskan pentingnya akselerasi di bidang pendidikan, kesehatan, dan penguatan ekonomi untuk mengatasi ketertinggalan umat yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Muhammadiyah. 

TRIBUNJOGJA.COM - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan pentingnya implementasi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai langkah strategis dalam menyatukan umat Islam di seluruh dunia. Selain persoalan teknis penanggalan, langkah ini dipandang sebagai fondasi krusial bagi kemajuan peradaban Islam masa depan.

Hal tersebut mengemuka dalam acara silaturahmi Ramadan 1447 H yang digelar Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bersama insan media di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (16/3/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara organisasi kemasyarakatan Islam tersebut dengan media massa dalam menyebarluaskan gagasan persatuan.

Perlu kesepakatan tunggal

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyatakan bahwa media memiliki posisi strategis dan kontribusi penting dalam mengomunikasikan ikhtiar Muhammadiyah. Terutama dalam membangun persatuan umat serta memajukan peradaban melalui pemikiran-pemikiran yang mencerahkan.

Terkait urgensi penyatuan penanggalan, Haedar menegaskan bahwa perbedaan penentuan waktu ibadah yang sering terjadi di tingkat global perlu segera diatasi melalui kesepakatan tunggal.

"Sudah waktunya umat Islam memiliki satu kalender bersama dalam lingkup global. Ini menjadi tonggak penting bagi persatuan umat tanpa adanya perbedaan penentuan waktu ibadah. Gagasan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) bukan sekadar persoalan teknis penanggalan, melainkan bagian dari upaya besar untuk membangun kesatuan umat serta mendorong kemajuan peradaban Islam di tingkat global," ujar Haedar.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, memberikan apresiasi atas peran aktif media massa. Menurutnya, hubungan yang harmonis antara Muhammadiyah dan media merupakan faktor kunci dalam memperluas dampak positif dari kerja-kerja nyata Persyarikatan di tengah masyarakat.

Sayuti menekankan bahwa tanpa saluran informasi yang efektif, penyampaian visi dakwah dan program kerja organisasi akan menghadapi tantangan yang jauh lebih besar.

"Atas nama Pimpinan Pusat, kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama ini. Tanpa dukungan rekan-rekan media, Muhammadiyah tentu akan lebih berat dalam menyiarkan dakwah, kinerja, serta dampaknya kepada masyarakat," ungkap Sayuti.

Sebagai semangat penggerak, Muhammadiyah mengusung semboyan "One Calendar, One Ummah, One Civilization" (Satu Kalender, Satu Umat, Satu Peradaban). Semboyan ini bukan sekadar kata-kata, melainkan refleksi dari harapan besar agar kesatuan waktu ibadah dapat menjadi pijakan bagi tegaknya persatuan umat secara menyeluruh.

Muhammadiyah meyakini bahwa dengan adanya satu kalender hijriah yang berlaku global, umat Islam akan memiliki keteraturan yang sama, yang pada gilirannya akan memperkuat posisi Islam dalam kancah peradaban dunia di masa depan.

 

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved