Berita DI Yogyakarta Hari Ini
Disperindag DIY Belum Dapat Instruksi untuk Subsidi Kedelai
Disperindag DIY belum mendapatkan instruksi untuk memberikan subsidi kedelai pada perajin tahu tempe di DIY, terkait dengan tingginya harga kedelai .
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY belum mendapatkan instruksi untuk memberikan subsidi kedelai pada perajin tahu tempe di DIY, terkait dengan tingginya harga kedelai .
Kepala Disperindag DIY, Syam Arjayanti mengatakan tahun ini pihaknya belum mendapatkan instruksi yang berkaitan dengan subsidi kedelai .
"Tahun ini belum ada instruksi ke sana (subsidi kedelai), kami biasanya diminta untuk menyiapkan lokus, kemudian monevnya (monitoring dan evaluasi) juga," katanya, Jumat (19/01/2024).
Tahun lalu, perajin tahu tempe mendapat subsidi dari pemerintah pusat. Bulog yang mendapatkan ketugasan untuk memberikan subsidi kedelai .
Subsidi tersebut diberikan kepada perajin tahu tempe melalui Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti).
Terkait dengan harga kedelai, DIY menyesuaikan dengan harga nasional.
Sebab 80 persen kedelai di Indonesia merupakan hasil impor, sementara persentase kedelai lokal hanya 20 persen saja.
Selain perang yang berdampak pada distribusi, turunnya produksi dari negara-negara penghasil kedelai juga mempengaruhi harga kedelai .
Baca juga: Disperindag DIY Klaim Tak Ada Kendala Pasokan Kedelai Impor di DIY
Dampak perubahan iklim global, membuat negara penghasil kedelai seperti Brazil, Argentina mengalami penurunan produksi.
Inflasi yang terjadi di Amerika Serikat berdampak pada tingginya upah tenaga kerja, yang juga mempengaruhi produksi kedelai .
"Sementara dari sisi permintaan cukup tinggi. China itu permintaan kedelai nya cukup tinggi, karena untuk industri dan untuk pakan ternak. Sehingga pembeliannya meningkat cukup besar. Ini kan jadi berebut. Harga secara global meningkat, kemudian Indonesia kan masih 20 persen yang lokal, belum bisa swasembada kedelai . Tentu terdampak sekali," terangnya.
"Kalau dari pasokan sebenarnya tidak dikeluhkan. Memang dari harganya yang tinggi yang jadi keluhan. Kalau mahal (harga kedelai), perajin tahu tempe kan juga perlu menyesuaikan," sambungnya.
Terpisah, Ketua Pusat Koperasi Tempe-Tahu Indonesia (Puskopti) DIY, Tri Harjono mengungkapkan harga kedelai dari distributor sekitar Rp11.300, dan relatif stabil sejak akhir Desember 2023 lalu.
Ia juga menyebut kebutuhan kedelai di DIY masih tercukupi dan tidak ada kendala pasokan.
"Pada prinsipnya kedelai masih tercukupi. Untuk sekarang perolehan (untuk memperoleh) kedelai sudah mulai lebih mudah. Kebutuhan tetap terpenuhi," ungkapnya. ( Tribunjogja.com )
| Dispar DIY Luncurkan Calender of Event, Sport Tourism Terus Dieksplor |
|
|---|
| Film 1 Kakak 7 Ponakan, Drama Keluarga yang Hangat di Penutupan JAFF 2024 |
|
|---|
| Festival Angkringan Yogyakarta 2024: Angkat Kuliner Ikonik dengan Sentuhan Modern |
|
|---|
| Formulasi Kenaikan UMP Mestinya Disesuaikan dengan Kondisi Daerah |
|
|---|
| Pemda DIY Ikuti Penjurian Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/6-protein-nabati-pengganti-daging-cocok-bagi-vegetarian-dan-pemilik-alergi.jpg)