Jelang Lebaran, Harga Terigu di Sleman Merangkak Naik 

Harga tepung terigu di Kabupaten Sleman mengalami kenaikan menjelang hari raya Idulfitri 1443 H.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Salah satu kue kering yang menggunakan tepung pisang sebagai bahan dasarnya 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN -  Harga tepung terigu di Kabupaten Sleman mengalami kenaikan menjelang hari raya Idulfitri 1443 H.

Kenaikan harga terigu ini diduga karena dipicu lonjakan permintaan seiring banyaknya masyarakat membuat kue untuk kudapan lebaran. 

"Hari ini yang naik terigu (jadi) Rp 10.000/kg. Naiknya Rp 500-an rupiah. Ini karena banyak kebutuhan membuat kue," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, Senin (18/4/2022).

Menjelang lebaran ini, pihaknya mengaku terus memantau perkembangan harga sekaligus ketersediaan bahan kebutuhan pokok di masyarakat.

Selain terigu, Mae juga mewaspadai kenaikan harga gula pasir dan daging sapi di pasaran. Dua komoditas itu banyak dibutuhkan masyarakat saat lebaran. 

Saat ini harga gula pasir di Sleman berada di kisaran harga Rp 13.800 per kilogram.

Sementara daging sapi sudah menembus Rp 130 ribu per kilogram untuk kualitas premium.

Harga tersebut dimungkinkan masih bisa merangkak naik hingga tertinggi Rp 140 ribu per kilogram. 

"Naiknya masih wajar, masih terjangkau. Artinya tidak se-drastis seperti daerah lain," kata Mae.

Baca juga: Realisasi Penyaluran BLT Minyak Goreng di DI Yogyakarta Sentuh 58 Persen

Baca juga: Harga Daging Sapi di Pasar Tradisional DI Yogyakarta Terpantau di Kisaran Rp 120.000

Disperindag, kata dia, terus berupaya mengendalikan ketersediaan dan harga kebutuhan pokok dengan mengikuti dinamika harga pasar sekaligus berkoordinasi Dinas Perdagangan DIY.  

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan Pemkab Sleman telah melakukan pelbagai persiapan menyambut libur lebaran 1443 H.

Satu di antaranya, berkoordinasi dengan kepolisian maupun relawan untuk pengamanan jalur mudik.

Selanjutnya, untuk keamanan wisatawan yang akan mengunjungi Bumi Sembada, pihaknya juga melakukan pemantauan dan pemeriksaan bahan makanan di toko dan pasar.

Ia mengaku telah menemukan ada parcel yang sudah dikemas, namun saat dibuka di dalamnya didapati barang yang hampir expired. 

"Kemarin ada parcel dibuka hampir kadaluwarsa. Keamanan makanan di masyarakat ini kami perhatikan. Sehingga para pemudik kita lindungi. Belanja di Sleman aman. Kami melindungi konsumen," kata Kustini.

Ia mengimbau masyarakat agar lebih jeli saat berbelanja. Jika ada barang yang dijual terlalu murah dari harga pasaran sebaiknya dihindari karena biasanya bermasalah.(Tribunjogja)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved