Sleman

Begini Kronologi Pohon Tumbang di Jalan Wates, Korban Minta Dibantu Administrasi

Anggota Kepolisian, TNI, warga, TRC, BPBD, dan relawan saat evakuasi pohon tumbang di jalan wates km 4, Rabu (5/2/2020) malam.

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM,SLEMAN - Pohon tumbang di jalan Jogja-Wates km 4, tepatnya di perempatan Pelemgurih terjadi dengan sangat cepat.

Hanya hitungan detik, pohon yang tingginya belasan meter dan berdiameter kurang lebih 60 cm roboh hingga menutup jalan.

Seorang korban pohon tumbang, Endi Yogananta (25), menceritakan ia bersama istrinya saat itu pulang dari rumah saudaranya yang beralamatkan di Pakualaman.

Pohon Tumbang Timpa 6 Orang di Jalan Wates Km 4

Saat itu kondisi cuaca cerah tidak ada angin dan tidak ada hujan.

Sesampainya di lokasi kejadian, pohon yang tepat berada di pinggir traffic light tersebut roboh dan menimpa dirinya bersama istri.

"Saat itu jam kurang lebih setengah sebelas malam, pulang dari tempat saudara dan biasa lewat jalan itu (Jalan Wates). Sampai di perempatan traffic light baru saja menyala merah," katanya, saat ditemui Tribunjogja.com di rumahnya, Kamis (6/2/2020).

Lanjutnya, saat sedang berbicara dengan istrinya, ia sepintas melihat akar pohon naik.

Tak sampai 2 detik pohon tersebut menimpa para pengendara yang berada di perempatan Pelemgurih termasuk dirinya dan sang istri.

Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan

"Tidak ada suara apa-apa, tiba-tiba akar terangkat dan jatuh pas benar-benar baru saja lampu menyala merah. Pohon roboh, saya masih sadar gak peduli dengan luka-luka, saya angkat istri saya yang sedang hamil," ucapnya.

Ia sempat kesulitan untuk mengevakuasi istrinya karena pohon menutup jalan dadi selatan ke utara.

Ia menggendong istri dan meminta tolong warga di seberang pohon, lalu bergegas dengan mobil polisi ke rumah sakit.

"Kondisi hamil 8 bulan dan pendarahan, lalu setelah dibawa ke RS PKU Gamping dirujuk ke PKU Jogja, anak saya meninggal tadi dikuburkan dan sekarang istri saya masih di ICCU," katanya.

Akibat dari tertimpa pohon, ia menderita luka lecet di bagian kanan, lalu bahu terasa sakit, dan bagian paha atas yang memar dan terasa sakit saat digerakkan.

BREAKING NEWS : Hindari Motor Jatuh, Mobil Tabrak Pohon Bambu di Patuk Gunungkidul

Sedangkan istrinya mengalami keguguran, tulang pinggul retak.

"Sekarang kalau kencing masih berdarah," imbuhnya.

"Saya menikah baru satu tahun, anak saya beri nama Pradipta Kenzo Yosfia. Persiapan untuk lahiran sudah 95 persen," katanya.

Ia berharap dirinya yang menjadi korban mendapat bantuan untuk mengurus administrasi, seperti mengurus jasa raharja, surat kepolisian dan administrasi lainnya.

"Saya ini korban tetapi masih saja mengurus administrasi. Saya harap ada yang membantu untuk urus administrasi. Soal kejadian ini kami sudah ikhlas," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)