Yogyakarta
Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan DIY Siapkan 5 Ton Benih Siap Tanam
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY menyiapkan lima ton benih padi siap tanam untuk petani yang terdampak kekeringan di Gunungkidul.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY menyiapkan lima ton benih padi siap tanam untuk petani yang terdampak kekeringan di Gunungkidul.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Yektining Rahajeng mengatakan benih tersebut berasal dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP).
Benih tersebut memiliki memiliki spesifikasi tanah kering. Namun bibit tersebut belum bisa dibagikan kepada petani di Gunungkidul.
• Tips Memilih Hewan Kurban ala Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kota Yogyakarta
"Benih nantinya akan diberikan pada kelompok tani di Gunungkidul, yang paling banyak terdampak kekeringan. Tetapi untuk saat ini belum bisa diberikan,karena memang belum tanam padi di Gunungkidul," katanya, Sabtu (3/8/2019).
Selain memberikan bantuan berupa benih pada petani, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY juga akan memberikan bantuan lain.
Bantuan tersebut berupa peralatan tanam, seperti pompa air, traktor, dan lain-lain.
Ia mengakui kekeringan mempengaruhi musim tanam.
Meski demikian, Ning memastikan ketersediaan pangan aman hingga akhir tahun.
• Pastikan Kesehatan, Pantau Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Lalu Lintas Hewan Kurban
Berdasarkan data, kebutuhan beras mencapai 92,7 kilogram perkapita pertahunnya.
Sementara stok beras mencapai 57.651 ton, dengan kebutuhan konsumsi mencapai 28.857 ton.
Dari hasil kalkulasi jumlah penduduk, stok beras masih mencukupi.
"Jumlah penduduk Yogjakarta saat ini kisaran 3,8 juta. Angka ini dikalikan dengan jumlah kebutuhan harian. Selain hasil produksi panen kemarin, stok juga masih ada dari Bulog,”bebernya.
Menurut dia, gangguan musim tanam tidak berdampak signifikan.
Perbandingan antara angka produksi dengan besaran lahan masih mencukupi.
Kawasan Sleman mengalami kekeringan seluas 117 hektar. Sementara untuk kawasan Gunungkidul seluas 2549 hektar.
“Total lahan sawah ada 72 ribu, kalau dibandingkan dengan yang kekeringan masih kecil. Untuk tanaman pangan tentu masih aman. Kalau kekeringan rata-rata dikawasan perbuktitan yang kebutuhan air memang sulit terpenuhi,” tambahnya.(TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)