Tips Memilih Hewan Kurban ala Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kota Yogyakarta

Sebelum membeli hewan kurban, perlu diperhatikan beberapa hal agar hewan kurban yang disembelih merupakan hewan sehat.

Tayang:
Penulis: Andreas Desca | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM / Andreas Desca Budi Gunawan
Kambing kurban yang dijual di Jalan Pemuda, Giwangan, Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sembilan hari menjelang Idul Adha, masyarakat mulai mencari hewan kurban yang baik dan sehat untuk disembelih pada hari raya kurban.

Namun sebelum membeli hewan kurban, perlu diperhatikan beberapa hal agar hewan kurban yang disembelih merupakan hewan sehat.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kota Yogyakarta, Sugeng Darmanto, menuturkan beberapa ciri untuk mengenali hewan kurban yang sehat.

Sugeng menyampaikan bahwa saat memilih hewan kurban, pastikan secara visual hewan tersebut normal.

"Pastikan hewan itu berdirinya tegak, kotorannya normal, matanya jernih, kulitnya sehat dan tidak ada lendir di hidungnya," katanya kepada tribunjogja.com, Jumat (2/8/2019).

Dia juga menyampaikan bahwa pengamatan secara visual merupakan langkah pertama dalam memilih hewan ternak yang ingin dibeli.

"Jika sudah di lapangan, kita memang harus pastikan secara visual seperti cara berdiri hewan dan lainnya. Jika hewan sakit secara visual dapat langsung terlihat," ujarnya.

"Yang penting teliti, jangan terburu-buru saat memilih," imbuhnya.

Menurutnya, jarang didapatkan hewan yang sakit jika dari visual sudah bagus.

"Tapi jika ingin hasil yang lebih akurat bisa dilakukan pemeriksaan," cetusnya.

Selain itu Sugeng Darmanto juga menambahkan terkait dengan hewan kurban yang terjangkit cacing.

"Biasanya jika terkena cacingan, matanya merah, tapi khususnya pada jenis sapi. Tapi bisa juga merah karena kelelahan saat pengiriman," ujarnya.

Dia menambahkan untuk tidak khawatir jika ditemukan hewan kurban dengan cacing setelah disembelih.

"Tidak perlu khawatir dengan penemuan cacing, biasanya cacing menyerang hati kalo parah baru sampai paru-paru. Kalo daging nggak akan terpengaruh, jadi tinggal dibuang saja organ dalamnya karena memang tidak layak untuk dikonsumsi," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved