RSUD Wates Akan Padukan dengan Hospitality Tourism
Pada pelayanan syaraf tersebut akan ada poliklinik kognitif, semacam game untuk mencegah kepikunan dengan refreshing.
Penulis: Noristera Pawestri | Editor: oda
Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates didorong dan dipersiapkan sebagai rumah sakit unggulan oleh Dinas Kesehatan DIY dengan adanya New Yogyakarta International Airport (NYIA).
RSUD Wates merupakan rumah sakit kelas B Pendidikan dengan pelayanan yang berstandar internasional.
Direktur RSUD Wates, dr Lies Indriyati SpA mengatakan saat ini tengah melakukan pengembangan dengan membangun gedung medic center 4 lantai dan membangun gedung rawat inap dengan 4 lantai.
Ia berharap, medic center dan rawat inap yang ada di RSUD Wates ini dapat berjalan dengan baik.
Sehingga langkah selanjutnya akan merevitalisasi bangsal.
Bangsal-bangsal yang kosong tersebut akan digunakan untuk pengembangan layanan seperti pelayanan jiwa.
Selain itu juga akan mengembangkan Geriatri atau layanan untuk lansia menggunakan lahan bangsal-bangsal yang sudah tidak dipakai.
"Dan nanti kita rencanakan akan dipadukan dengan hospital tourism. Yang akan kita kembangkan adalah pelayanan syaraf," tutur dr Lies Indriyati SpA kepada tribunjogja.com, Rabu (15/11/2017).
Pada pelayanan syaraf tersebut akan ada poliklinik kognitif, semacam game untuk mencegah kepikunan dengan refreshing.
Untuk standart internasional ini, RSUD Wates menggunakan roadmap dengan evaluasi akreditasi.
Ditahun 2016 kemarin, RSUD Wates lulus paripurna akreditasi rumah sakit.
Tahun 2019 nanti diulang dengan evaluasi akreditasi.
Ia berharap, nilainya mencapai angka 95, maka RSUD Wates mempunyai hak untuk bisa dinilai secara internasional.
"Kalau Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) internasional kita lulus kita bisa masuk ke Joint Commission Internasional (JCI)." (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/tinjau-fasilitas-ct-scan_20170227_223003.jpg)