Tribun Jogja PAF 2016
REALTIME NEWS : Panitia TJPAF Jenguk Korban Geng Cangkringan Side
Kedua korban dari SMKN 1 Cangkringan, Catur Aryanto (16) dan Ahmad Imam Ustasi (16), menjadi korban penganiayaan oleh 10 pelajar
Penulis: akb | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Jihad Akbar
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Panitia Tribun Jogja Putih Abu-abu Futsal (TJPAF) menjenguk dua orang korban penganiayaan geng pelajar, Sabtu (24/9/2016) siang.
Kedua korban dari SMKN 1 Cangkringan, Catur Aryanto (16) dan Ahmad Imam Ustasi (16), menjadi korban penganiayaan oleh 10 pelajar dari berbagai sekolahan yang menamakan diri geng Cangkringan Side.
Pembesukan dilakukan di dua tempat, korban Catur di RS JIH dan korban Ahmad di rumahnya daerah Bimomartani Ngemplak Sleman.
Keduanya merupakan korban terparah dari enam korban kebrutalan geng Cangkringan Side, Selasa (20/9/2016) malam. Kunjungan kali ini dilakukan sebagai wujud perhatian dan solidaritas pihak panitia.
"Walau tidak ada keterkaitannya dengan acara futsal, kami ingin memberikan perhatian terhadap teman-teman yang jadi korban," ungkap Adi Satria Mahardika, PIC TJPAF 2016.
Kunjungan panitia TJPAF ini disambut baik oleh pihak keluarga korban dan SMKN 1 Cangkringan.
Saat dikunjungi, Catur Aryanto (16) masih terbaring lemas di ruang ICU. Ia saat ini masih pada masa observasi setelah Kamis (22/9) malam menjalani operasi. Catur mengalami luka bacok di perut samping kanan.
Sedangkan Ahmad yang mengalami luka di punggung dan kaki terbaring di tempat tidur rumahnya setelah selama tiga hari lalu dirawat di RS Panti Nugroho.
"Saya dari awal tidak pernah menyalahkan futsalnya karena itu ajang siswa untuk menguras energi ke arah positif, tapi keadaan kok bisa anak (para pelaku) keluar malam bawa senjata," ujar Mujiyono, Kepala SMKN 1 Cangkringan saat ditemui di RS JIH.
Mujiyono mengaku jika sebenarnya pihaknya sangat mendukung para siswanya berlaga dalam TJPAF 2016 ini. Selain menguras energi ke aktivitas positif, ajang bergengsi itu juga dapat sebagai penyaluran bakat dan minat siswanya.
Untuk mempersiapkan siswanya di TJPAF 2016, bahkan ia meminta setiap kelas untuk membuat tim olahraga futsal. Ia berharap pertandingan futsal TJPAF 2016 tetap berlanjut demi para pelajar.
Mujiyono juga mengklarifikasi jika saat kejadian itu siswanya tidak ada satupun yang ikut berkelahi.
Enam siswanya menjadi korban penyerangan sekelompok orang tidak dikenal saat perjalanan pulang mendukung tim futsal. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/panitia-paf_20160924_151131.jpg)