Ada Parade Militer,  Akses Jalan Magelang Seputar Lapangan Denggung Ditutup 2,5 Jam Akhir Pekan Ini

Pengalihan arus selama lebih kurang 2,5 jam tersebut untuk memberi kesempatan even nasional, Independence Day Military Expo (IDME) 2025

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Dok. Istimewa/Satlantas Polresta Sleman
REKAYASA LALU LINTAS - Skema rekayasa pengalihan arus lalu lintas di Jalan Magelang, selama padade dalam ajang IDME 2025 berlangsung. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Akses menuju Jalan Magelang, tepatnya menuju seputar Lapangan Denggung dan Sleman City Hall (SCH), bakal ditutup sementara pada Jumat (22/8/2025) dan Minggu (24/8/2025) akhir pekan ini.

Arus lalu lintas akan dialihkan sementara.

Pengalihan arus selama lebih kurang 2,5 jam tersebut untuk memberi kesempatan even nasional, Independence Day Military Expo (IDME) 2025 yang dimeriahkan dengan aksi parade militer.

"Penutupan (Jalan Magelang) kurang lebih 2,5 jam, khusus di hari Jumat dan Minggu, kurang lebihnya mulai pukul 14.00 - 16.30 WIB," kata Kasat Lantas Polresta Sleman, AKP Mulyanto, dihubungi pada Kamis (21/8/2025). 

Skema rekayasa lalu lintas akan diberlakukan selama penutupan jalan nasional tersebut.

Kendaraan dari arah Yogyakarta menuju Magelang, bakal dialihkan di simpang tiga Murmer jalan Magelang menuju Jalan PJKA, melewati simpang tiga Drono lurus ke simpang tiga Pangukan belok kanan ke arah Pasar Sleman

Sedangkan kendaraan dari arah Magelang menuju Yogyakarta, dialihkan dari simpang tiga BCA, menuju simpang tiga Pangukan, simpang tiga Drono dan tembus di simpang tiga Murmer Jalan Magelang.

Alternatif lain, untuk mengurangi kepadatan, di simpang tiga Pangukan kendaraan dapat diarahkan lurus menuju simpang empat Cebongan. 

Kemudian dari arah timur, kendaraan di Jalan Gito Gati yang menuju arah Magelang, di simpang empat Masjid Suciati akan diarahkan ke utara menuju Jalan Griya Taman Asri.

Sementara kendaraan yang ke arah Yogyakarta, dibelokkan ke Selatan menuju jalan baru Mulungan. 

Baca juga: Bus Trans Jogja Tabrak Pejalan Kaki di Sleman, JPW Berikan Rapor Merah dan Perlu Evaluasi

Menurut Mulyanto, dalam skema rekayasa lalulintas di simpang tiga BCA, yang dari arah Magelang, tidak semua kendaraan akan dialihkan.

Karena memperhatikan beban jalan yang dikhawatirkan terlalu padat di seputar Pangukan. 

"Kendaraan berat wajib (dialihkan) lewat sana. Tapi kalau kendaraan kecil dari Jalan Magelang itu, tidak harus ke kanan tapi bisa lurus. Namun sesampainya di Beran belok kiri, rambu-rambu kami siapkan. Baik yang arah jogja maupun arah Magelang," ujar dia. 

Sejauh ini polisi terus mematangkan alur skema rekayasa lalulintas yang akan diberlakukan.

Mulyanto mengatakan, pihaknya telah mengecek sepanjang rute yang akan menjadi jalur pengalihan, untuk memastikan kendaraan besar bisa lewat.

Beberapa potensi penyempitan jalur seperti  pasar bursa mobil di Jalan PJKA juga telah diantisipasi. 

"Kalau Minggu kan di Jalan PJKA, ada bursa mobil, nah dari panitia sudah berkomunikasi dengan pihak penyelenggara agar sementara off dulu," kata Mulyanto. 

"Intinya kalau ada kepadatan ya wajar, karena memang jalannya bukan jalan nasional, tapi kita antisipasi untuk hal-hal itu," imbuhnya. 

Sekadar informasi, even IDME 2025 digelar selama empat hari, mulai 21-24 Agustus.

Opening Ceremony atau upacara pembukaan digelar Jumat, 22 Agustus sore yang ditandai dengan gelaran parade.

Parade menghadirkan Paskibraka, Duta Keistimewaan, Drumband Akmil dan Univ, Lanal, Brimob, dan kendaraan raktis maupun kendaraan tempur TNI Polri ini dimulai dari Kantor Bupati dan gedung DPRD Sleman. Titik finish di depan SCH. 

Parade di hari Minggu juga akan dimulai dari Kantor Bupati dan DPRD Sleman.

Parade di hari terakhr even ini, menghadirkan Reog Ponorogo, polisi cilik Polresta Sleman, Naga & Barongsai FOBI, Drumband Akpol dan Universitas.

Kemudian ada Lanal, Brimob, serta kendaraan taktis dan kendaraan tempur TNI-Polri. 

Event Promotion Manager Sleman City Hall, Christine Amalia mengatakan, even ini menggunakan dua area utama yaitu di seputar Lapangan Denggung dan Atrium Rama SCH yang digunakan untuk memamerkan kostum maupun senjata masing-masing matra.

Saat gelaran parade, di hari Jumat dan Minggu, pihaknya bekerjasama dengan Satlantas Polresta Sleman untuk menggunakan Jalan Magelang dan mengalihkan arus lalulintas. 

"Tujuannya bukan semata-mata untuk mengalihkan arus, tapi harapannya ini sebagai pesta rakyat. Terlebih yang rangkaian puncak acaranya ini kan bersinergi dengan Sleman Culture Festival. Kami pesta rakyatnya, IDME yang basicnya ingin membantu, ingin berperan memupuk bela negara kepada masyarakat supaya TNI Polri lebih dekat dengan masyarakat," kata dia. 

Masyarakat yang ingin menyaksikan parade ini, panitia penyelenggara menyediakan kantong parkir di beberapa tempat.

Antara lain di Mal SCH, gedung serbaguna, Jalan simpang empat Pengadilan Negeri ke utara, jalan seputar stadion Tridadi, dan tempat parkir di seputar Kantor Pemkab Sleman. (*) 

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved