Bendera One Piece Viral, Dosen UGM: Bentuk Kekecewaan Masyarakat

Rentetan isu dan problematika negara yang tidak terselesaikan dengan baik membuat kepercayaan masyarakat semakin merosot. 

Tayang:
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
ONE PIECE - Kibaran Bendera Jolly Roger dari serial anime Jepang One Piece di perahu nelayan Pantai Congot, Kapanewon Temon, Kulon Progo, Sabtu (09/08/2025) lalu. Bendera itu kini sudah diganti Bendera Merah Putih. 

“Kreatif itu oke. Saya merasa kemerdekaan ini harus diisi dengan refleksi yang mendalam dari setiap individu,” tambah Alfath. 

Selama bentuk ekspresi tersebut tetap dikibarkan di bawah bendera Indonesia, maka tidak ada yang perlu dianggap sebagai gerakan perlawanan yang serius. 

Masyarakat hanya menyampaikan ketidakpuasan akan kinerja pemerintah dalam setahun terakhir. 

Alfath melanjutkan, ini adalah momentum untuk merayakan keberagaman sekaligus menyuarakan keprihatinan atas situasi negara yang mengalami banyak persoalan.

Pada akhirnya, ekspresi kekecewaan tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah. 

Masyarakat selama ini tidak diam, melainkan ada banyak kegelisahan yang selama ini kurang didengar oleh pemerintah.

Alih-alih dianggap sebagai suatu bentuk ancaman terhadap pemerintah, fenomena pengibaran bendera One Piece sebaiknya direspon dengan dialog dan edukasi. 

Pemaknaan akan simbol negara bisa diperdalam melalui metode yang sesuai dengan unsur-unsur lokalitas masyarakat, khususnya anak muda. 

“Padahal dalam animasinya, banyak cerita yang sangat relevan untuk membaca politik Indonesia. Ajak anak muda memahami makna simbol negara, bukan langsung melarang atau menghukum,” pungkas Alfath. 

Fenomena ini seharusnya menjadi alarm bagi negara, rakyat tidak diam, hanya saja suaranya sering diabaikan. 

Menurutnya, humor politik adalah cermin kegelisahan yang nyata dan menertawakannya mungkin adalah cara rakyat untuk tidak putus asa. (Ard)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved