Usai Terima Kompensasi, 13 Warga Lempuyangan Tinggalkan Rumah

Proses penyerahan kunci dilakukan setelah warga menerima pelunasan kompensasi dari KAI dan dana bebungah dari Kraton Yogyakarta.

Tayang:
TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
TENGGAT WAKTU BERAKHIR — Ketua RW 01 Tegal Lempuyangan, Antonius Handriutomo, menunjukkan kunci rumah yang akan diserahkan kepada PT KAI, Kamis (31/7/2025). Sebanyak 13 keluarga di sekitar Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, menyerahkan kunci rumah dan menyelesaikan pembongkaran bangunan tambahan di atas tanah negara. Mereka menerima sisa kompensasi dari KAI serta bebungah dari Keraton Yogyakarta yang dibagi rata senilai total Rp750 juta. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Proses relokasi warga dari kawasan sekitar Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta, resmi dimulai Kamis (31/7/2025).

Sebanyak 13 warga RW 01 Tegal Lempuyangan menyerahkan kunci rumah mereka kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai bagian dari penataan aset di jalur operasional kereta api.

Penyerahan ini dilakukan setelah tenggat waktu yang ditetapkan KAI berakhir.

“Agenda hari ini dimulai pukul 09.00 pagi. Kami bertemu dengan pihak KAI dan juga dari Keraton untuk mengembalikan kunci rumah ini,” ujar Ketua RW 01 Tegal Lempuyangan, Antonius Handriutomo, saat ditemui di lokasi.

Proses penyerahan kunci dilakukan setelah warga menerima pelunasan kompensasi dari KAI dan dana bebungah dari Kraton Yogyakarta.

Kompensasi dari KAI dibayarkan dalam dua termin.

Besaran yang diterima tiap warga bervariasi, bergantung pada luas bangunan tambahan yang mereka tempati selama bertahun-tahun.

“Kompensasi 50 persen pertama sudah diberikan pada 24 Juni lalu saat kami menandatangani surat persetujuan pindah. Sisanya dibayarkan hari ini,” jelas Anton.

Baca juga: KAI Daop 6 Yogyakarta Tertibkan 13 Bangunan di Lempuyangan untuk Penataan Stasiun

Nilai kompensasi yang diterima berkisar antara Rp21 juta hingga Rp141 juta per keluarga.

Di luar itu, warga juga memperoleh dana bebungah dari Keraton Yogyakarta sebesar total Rp750 juta, yang dibagikan secara merata kepada 13 kepala keluarga.

“Kami menerima sisa 50 persen kompensasi yang dijanjikan oleh KAI, dan sekaligus menerima bebungah dari Keraton sebesar Rp750 juta, yang dibagi untuk 14 rumah,” tambah Anton.

Menurut dia, setelah seluruh proses selesai, pihak KAI akan menutup rumah-rumah yang telah ditinggalkan dengan seng.

Warga diberikan waktu hingga pukul 16.00 WIB untuk mengambil barang-barang yang masih tertinggal.

“Rumah kami akan mulai dipasang seng hari ini untuk ditutup. Tapi warga masih boleh mengurus barang-barang yang mungkin tertinggal sampai jam 4 sore. Setelah itu, pagar akan digembok dan dijaga pihak KAI,” kata dia.

Penertiban ini merupakan bagian dari program penataan Stasiun Lempuyangan yang sedang dijalankan KAI.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved