Berita Klaten
Kasus 16 Pasien Leptospirosis Meninggal Dunia, Dinkes Klaten: Waspada Tempat Becek
Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten mencatat sebanyak 76 kasus leptospirosis terjadi di Bumi Bersinar pada 2025.
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Ia juga tak menampik banyaknya kasus tersebut berkaitan dengan merebaknya populasi tikus, baik di rumah-rumah, tempat umum, maupun persawahan.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak pertanian terkait tikus di sawah. Harapannya petani dan masyarakat bisa bersama-sama mengendalikan populasi tikus," tandasnya.
• Waspada Leptospirosis: 6 Warga Jogja Meninggal, 19 Positif hingga Juli 2025
Penyebab Leptospirosis
Leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans yang dibawa oleh hewan.
Leptospira dapat hidup selama beberapa tahun di ginjal hewan tersebut tanpa menimbulkan gejala.
Beberapa hewan yang dapat menjadi sarana penyebaran bakteri Leptospira dikutip dari Bantulkab.go.id:
1. Anjing
2. Babi
3. Kuda
4. Sapi
5. Tikus
Selama berada di dalam ginjal hewan, bakteri Leptospira sewaktu-waktu dapat keluar bersama urine sehingga mengontaminasi air dan tanah.
Di air dan tanah tersebut, bakteri Leptospira dapat bertahan dalam hitungan bulan atau tahun.
Penularan pada manusia dapat terjadi akibat:
1. Kontak langsung antara kulit dengan urine hewan pembawa bakteri Leptospira
| Kabar Duka: Wabup Klaten Benny Ardhianto Tutup Usia di Umur 33 Tahun, Lulusan UGM |
|
|---|
| Operasi Pekat 2025 di Klaten, Kasus Tipiring Miras Naik Jadi 220 Perkara |
|
|---|
| Jabatan Irban di Klaten Resmi Berganti Nama, Fokus Bidang Lebih Spesifik |
|
|---|
| Kasus DBD di Klaten Turun Drastis, Leptospirosis Jadi PR Baru |
|
|---|
| PKK dan DWP Klaten Galang Donasi Rp139 Juta untuk Korban Bencana Sumatera |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/sebanyak-76-kasus-leptospirosis-terjadi-di-klaten-pada-2025.jpg)