Berita Klaten

Kasus 16 Pasien Leptospirosis Meninggal Dunia, Dinkes Klaten: Waspada Tempat Becek

Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten mencatat sebanyak 76 kasus leptospirosis terjadi di Bumi Bersinar pada 2025.

Tayang:
Penulis: Dewi Rukmini | Editor: Iwan Al Khasni
Pemprov Jawa Tengah
PENULARAN: Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten mencatat sebanyak 76 kasus leptospirosis terjadi di Bumi Bersinar pada 2025. Dari jumlah tersebut dikabarkan sebanyak 16 orang meninggal dunia akibat terinfeksi penyakit leptospirosis. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Dewi Rukmini

Tribunjogja.com Klaten -- Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten mencatat sebanyak 76 kasus leptospirosis terjadi di Bumi Bersinar pada 2025. 

Dari jumlah tersebut dikabarkan sebanyak 16 orang meninggal dunia akibat terinfeksi penyakit leptospirosis.

"Memang itu angka yang cukup tinggi di Kabupaten Klaten. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi untuk senantiasa menyampaikan bahaya kasus leptospirosis kepada masyarakat," ucap Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto, Jumat (25/7/2025). 

Anggit menjelaskan, leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan bakteri leptospira. 

Bakteri itu dibawa oleh vektor tikus lewat kencingnya dan bisa bertahan hidup di tanah yang becek. 

"Jadi karakteristik dari bakteri itu bisa bertahan hidup lama di tempat becek. Kami meminta siapapun harus selalu berhati-hati, baik petani maupun pekerja yang berhubungan dengan tanah becek. Kalau bersinggungan dengan tanah becek, alangkah baiknya setelah itu dicuci sampai bersih," jelasnya. 

Apabila, lanjut dia, tangan dan kaki sedang ada luka meskipun sedikit ketika hendak bersinggungan dengan tanah atau tempat becek. 

Ia mengimbau sebisa mungkin diberikan pelindung diri di bagian luka. 

Hal itu untuk mencegah virus atau bakteri masuk ke dalam tubuh manusia. 

"Semisal saat mau bersih-bersih rumah atau selokan. Kalau tubuh steril, bersih, dan tidak ada luka, maka bakteri tidak bisa masuk. Karena bakteri masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka," papar dia. 

Pihaknya menuturkan, orang yang terkena penyakit leptospirosis mengalami gejala semisal demam tidak terlalu tinggi, lemas, dan nyeri di bagian betis atau lutut. 

Namun, terkadang masyarakat menganggap gejala tersebut sebagai rasa kelelahan biasa, sehingga terlambat ditangani. 

SERANGAN LEPTOSPIROSIS: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Anggit Budiarto, menyebut sebanyak 76 kasus dengan 16 kematian akibat penyakit leptospirosis terjadi di Klaten pada 2025, Jumat (25/7/2025).
SERANGAN LEPTOSPIROSIS: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Anggit Budiarto, menyebut sebanyak 76 kasus dengan 16 kematian akibat penyakit leptospirosis terjadi di Klaten pada 2025, Jumat (25/7/2025). (Tribunjogja.com/Dewi Rukmini)

"Saya mengharapkan, ketika merasa panas (demam), nyeri-nyeri di badan, apalagi kalau pandangan mata keruh, dan kencingnya sudah keruh. Nah itu harus segera periksa ke rumah sakit," tutur dia.

Lebih lanjut, Anggit menyebutkan bahwa kasus leptospirosis di Kabupaten Klaten pada tahun ini lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved