Kupas Tuntas Sawit: Kepala PSPG UGM Luruskan Mitos Tentang Sawit dan Sorot Perannya bagi Indonesia

Isu deforestasi dan stigma "tidak sehat" terhadap minyak sawit menjadi topik hangat dalam podcast “Jejak Hijau” Tribun Jogja.

Tayang:
Editor: Hari Susmayanti
Dok Tribun Jogja
KUPAS TUNTAS SAWIT : Podcast "Jejak Hijau" Tribun Jogja bersama Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, M.Sc., Kepala PSPG UGM 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Isu deforestasi dan stigma "tidak sehat" terhadap minyak sawit menjadi topik hangat dalam podcast “Jejak Hijau” Tribun Jogja.

Dalam episode ini, Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, M.Sc., Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi (PSPG) Universitas Gadjah Mada (UGM), hadir untuk meluruskan miskonsepsi dan menegaskan peran krusial kelapa sawit sebagai penopang ekonomi dan gizi masyarakat Indonesia.

Sawit dalam Sorotan: Isu Lingkungan, Kesehatan, dan Persaingan Dagang

Prof. Sri Raharjo menjelaskan bahwa sawit Indonesia, sebagai produsen terbesar, kerap menghadapi kritik tentang deforestasi dan anggapan tidak sehat karena lemak jenuhnya tinggi.

Ia menyoroti bahwa kampanye negatif ini, yang bahkan sudah dimulai sejak 1980-an oleh AS, tidak lepas dari unsur persaingan perdagangan global.

"Untuk luasan lahan yang sama, produktivitas sawit bisa 5-6 kali lebih tinggi dibandingkan minyak nabati lain seperti kedelai atau bunga matahari," jelasnya.

Produktivitas superior ini menjadikan sawit sangat kompetitif dan berpotensi mendesak pasar minyak nabati dari negara-negara subtropis.

Baca juga: Antikorupsi dari Hulu ke Hilir, Inspektorat DIY Gandeng Pukat UGM dan Gen Z

Respon Indonesia dan Peran Edukasi PSPG UGM

Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah, seperti moratorium perluasan lahan dan program peremajaan tanaman sawit, untuk keberlanjutan.

Dari sisi kesehatan, Prof. Sri Raharjo menegaskan bahwa masalah bukan pada komoditas sawitnya, melainkan pada cara dan tingkat konsumsi.

"Segala sesuatu itu kalau dikonsumsi berlebihan, akan menjadi tidak sehat," ujarnya.

PSPG UGM berperan aktif dalam meluruskan miskonsepsi ini.

Bersama BPDPKS, mereka mengedukasi masyarakat dunia melalui diplomat dan menjalankan program "Sawit Masuk Kampus" untuk meningkatkan pemahaman generasi muda tentang manfaat dan potensi sawit.

Sawit: Lebih dari Minyak Goreng, Penopang Ekonomi Bangsa

Prof. Sri Raharjo juga menekankan manfaat sawit yang luas, tidak hanya untuk minyak goreng, tetapi juga bahan baku sabun, deterjen, pasta gigi, sampo, dan kosmetik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved